Jumat , 06 October 2017, 18:43 WIB

Djarot Keruk Tumpeng di Festival Ragam Nusantara di Kota Tua

Red: Muhammad Fakhruddin
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Kerta Niaga, Kota Tua.
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Kerta Niaga, Kota Tua.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Festival Ragam Nusantara di Kota Tua, telah dibuka untuk umum pada Kamis malam, (5/10) dan akan berlangsung hingga tanggal 8 Oktober 2017.

Festival diresmikan dengan pengerukan tumpeng oleh Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, tadi malam di Kerta Niaga, Kota Tua.

Cindy Kartika Sari penggiat kuliner yang memasak tumpeng istimewa untuk Djarot menjelaskan bentuk tumpeng dari bawah sampai mengerucut di atas sebenarnya menyimbolkan hubungan antara manusia dengan Ilahi. Sehingga jika ujungnya dipotong bermakna memutus hubungan manusia dengan Peciptanya, oleh karena itu Cindy mengajak Pak Djarot untuk kembali mengeruk tumpeng sebagaimana masa awal tumpeng diciptakan.
 
Acara ini diinisiasi oleh Jaringan Solidaritas NKRI (Jari NKRI), sebuah kepanitiaan lintas organisasi, profesi, agama, suku maupun usia, tapi sepakat bekerja secara gotong royong untuk menguatkan kembali narasi keragaman untuk persatuan.

“Di dalam kepanitiaan ini tidak ada struktur keorganisasian yang kaku, semua bekerja sesuai kemampuan masing-masing. Misalnya Arini Kumara seorang cellist, berkontribusi dengan bermain cello, chef Wira Hardiyansyah dan Cindy Kartika Sari penggiat kuliner membuat workshop upaboga, intinya kami ingin menunjukan bahwa siapa saja bisa berkontribusi merawat keragaman Nusanatara,” ujar Kanti W Janis, koordinator utama Festival dalam siaran persnya kepada Republika.co.id, Jumat (6/10).

Festival Ragam Nusantara di Kota Tua menyajikan acara-acara yang terinspirasi dari kekayaan nusantara. Misalnya menyajikan workshop batik Lasem, Filosofi Tumpeng, dramatari Shima, sesi bermain dengan permainan tradisional bersama Cerita Mainan.
Pada Sabtu akan ada bincang-bincang menarik tentang alasan cinta kepada Indonesia dari mereka keturunan bangsa lain, seperti Susan Sameh yang keturunan Mesir, Nobuyuki Suzuki aktor Jepang, Ricky Mulani pengusaha keturunan India dan Lyris S Lyssens keturunan Belgia, dimoderatori oleh Yennie Heriachandra.

Di hari Ahad para tokoh seperti Sarwono Kusumaatmadja, Herawati Supolo Sudoyo, Bambang Harymurti, Saras Dewi, dan Olga Lydia selaku moderator akan berdiskusi mengenai “Keragaman Untuk Persatuan”, yang dibuka oleh Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono. Lalu juga akan ada penampilan dari musisi Oppie Andaresta berkoloborasi dengan Suara Anak Bumi di penghujung acara.