Sabtu , 07 October 2017, 11:15 WIB

Pemkab Bogor Dorong Realisasi Pembangunan KRL Parungpanjang

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Bayu Hermawan
Republika/Prayogi
Penumpang commuter line (ilustrasi)
Penumpang commuter line (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendorong percepatan rencana pembangunan lajur Ganda (double track) Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline, dan jalur baru dari Stasiun Citayam ke arah Parungpanjang, Kabupaten Bogor.

Upaya itu dilakukan dengan mempersiapkan lahan-lahan, yang mungkin akan dibebaskan Dirjen Perkeretaapian, lewat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahub 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

"Double track Citayam-Parungpanjang masuk prioritas RITJ (Rencana Induk Transportasi Jabodetabek). Tinggal implementasi dari Dirjen Perkeretaapian," ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika, saat dihubungi Jumat (6/10).

Menurut Ajat, pembangunan jalur Commuterline Citayam-Parungpanjang merupakan jawaban atas banyaknya permintaan masyarakat. Karenanya menurut dia, mulai Stasiun Parungpanjang hingga Nambo akan menjadi commuterline double track sebagai sarana transportasi masyarakat.

"Memang. Untuk kawasan perkotaan, transportasi berbasis massal menjadi unggulan dan ini menjadi perhatian pemerintah pusat," tegas Ajat.

Sayangnya, Ajat belum bisa memastikan kapan pembangunan jalur dan stasiun itu dimulai. Pihaknya hanya telah menyiapkan lahan-lahan yang mungkin akan dibebaskan untuk pembangunan relnya.

"Rencana pembangunan ini sudah diplot dalam RTRW agar tidak ada izin pembangunan keluar di lahan-lahan itu," jelas Ajat.