Jumat , 13 October 2017, 12:46 WIB

Laporan Warga di Aplikasi Qlue Menurun, Mengapa?

Rep: Nora Azizah/ Red: Esthi Maharani
Sahrul Manda Tikupadang/Antara
Aplikisai Qlue membantu Pasukan Oranye mengatasi masalah warga Ibu Kota. (Foto: Sahrul Manda Tikupadang/Antara)
Aplikisai Qlue membantu Pasukan Oranye mengatasi masalah warga Ibu Kota. (Foto: Sahrul Manda Tikupadang/Antara)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA.- Jakarta memang tengah mengembangkan Jakarta Smart City menjadi lebih komprehensif. Dari tahun ke tahun masyarakat terlihat aktif melaporkan permasalahan atau kejadian di lingkungan sekitar melalui aplikasi Qlue. Namun tahun ini jumlah pelaporan menurun hampir 50 persen.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Jakarta Smart City Setiaji beberapa waktu lalu mengatakan, jumlah laporan menurun bisa disebabkan dua hal, yakni kinerja petugas yang membaik dan partisipasi warga mulai menurun. Sejauh laporan warga para Petugas Orange atau petugas yang merespons permasalahan warga sudah menjalankan kewajibannya dengan benar. Hal tersebut mungkin saja membuat permasalahan yang dulu ada tidak kembali muncul. Menurunnya jumlah laporan warga juga bisa disebabkan partisipasi warga berkurang dalam memperhatikan lingkungan. Berkurangnya inisiatif warga juga bisa disebabkan kinerja Pasukan Orange yang tinggi.

Berdasarkan data terakhir, saat ini jumlah laporan yang masuk melalui platform Qlue antara 800 sampai seribu dalam satu hari. Meski demikian, bukan berarti semakin banyak laporan maka fungsi smart city berjalan dengan baik.

"Indikatornya bukan dari banyaknya laporan, tapi dari kondisi lingkungan yang berubah ke arah lebih baik," jelas Setiaji.

Pengguna Qlue memang didominasi para generasi muda berusia 20 hingga 35 tahun dengan populasi sekitar 70 persen. Pengguna fasilitas smart city memang masih menjangkau para generasi milenials. Setiaji menambahkan, saat ini juga ingin melakukan studi terkait menurunnya angka laporan tersebut.

Tidak hanya itu, demi menumbuhkan motivasi warga untuk berpartisipasi dalam smart city juga gencar dilakukan. Saat ini para pengguna gadget berusia di atas 40 tahun sudah mulai menggunakan aplikasi untuk mengetahui informasi terkait transportasi publik.

Saat ini lima informasi urutan teratas pada platform Qlue, yakni masalah sampah, parkir liar, pelanggaran hukum, iklan ilegal, dan fasilitas publik masih menjadi permasalahan yang sering dilaporkan. Jakarta sudah mampu merespons masalah tersebut dengan waktu tercepat tujuh menit setelah laporan masuk.

Berita Terkait