Jumat , 13 October 2017, 14:58 WIB

Tim Sinkronisasi Selesaikan Tugas untuk Program Anies-Sandi

Red: Nur Aini
Republika/Ali Yusuf
Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Sudirman Said (kiri) menyerahkan hasil kerja tim sinkronisasi pada pasangan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan (tengah) dan Sandiaga Uno di Jakarta, Jumat (13/10).
Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Sudirman Said (kiri) menyerahkan hasil kerja tim sinkronisasi pada pasangan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan (tengah) dan Sandiaga Uno di Jakarta, Jumat (13/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Sinkronisasi menyampaikan dokumen hasil kerjanya ke pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan - Sandiaga Uno (Anies-Sandi).

Ketua Tim Sinkronisasi, Sudirman Said adalah mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) periode 2014-2016. Sementara anggotanya adalah Edriana Noerdin, Eko Prasojo, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010-2013, Fadjar Pandjaitan dan Advokat HMBC, Rikrik Rizkiyana.

Selanjutnya adalah pakar tata kota, Marco Kusumawijaya dan M Hanief Arie Setyanto, yang merupakan mantan deputi di Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) serta Untoro Hariadi yang merupakan pegiat gerakan sosial dan lingkungan hidup.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap teman-teman tim sinkronisasi tim pengarah dan tim yang sudah bekerja selama lebih dari lima bulan menyusun ini semua," kata Anies di Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Jumat (13/10).

Anies mengakui masalah dihadapinya terjadi saat berkampanye. "Salah satu masalah terbesar yang kita hadapi di dalam proses demokrasi adalah ketika berkampanye, maka semua terlibat dan semua mencoba untuk bisa meraup dukungan sebesar-besarnya," kata Anies.

Sementara itu, Sudirman mengatakan tujuan dari tim ini adalah menjabarkan visi misinya Anies dan Sandi supaya masuk ke dalam program kerja. "Baik yang jangka pendek pada tahun 2017-2018 atau yang jangka panjang selama lima tahun ke depan," kata Sudirman.

Jangka pendek adalah perubahan APBD 2017 dan rancangan APBD 2018. "Dan rancangan pembangunan jangka menengah daerah. Ini Alhamdulillah sudah kita selesaikan semua dan sudah disampaikan kepada SKPD," kata Sudirman.

Sumber : Antara