Jumat , 13 Oktober 2017, 17:07 WIB

Polisi Sulit Temukan Satu Tersangka 'Tarung Gladiator'

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Andri Saubani
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya (tengah) menunjukkan barang bukti berkas surat keterangan dan hasil otopsi kepada wartawan terkait tewasnya siswa SMA di Bogor yang tewas berkelahi di Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/9). Polresta Bogor Kota menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tewasnya siswa kelas X SMA Budi Mulya, Kota Bogor Hilarius Christian Evant Raharjo dalam perkelahian ala Gladiator dengan siswa SMA Mardi Yuana pada 2016 lalu.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya (tengah) menunjukkan barang bukti berkas surat keterangan dan hasil otopsi kepada wartawan terkait tewasnya siswa SMA di Bogor yang tewas berkelahi di Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/9). Polresta Bogor Kota menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tewasnya siswa kelas X SMA Budi Mulya, Kota Bogor Hilarius Christian Evant Raharjo dalam perkelahian ala Gladiator dengan siswa SMA Mardi Yuana pada 2016 lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Polresta Bogor Kota hingga kini masih memburu satu dari lima tersangka kasus 'tarung gladiator' yang menewaskan Hilarius Christian, pada 2016 silam. Polisi mengaku kesulitan menemukan keberadaan pelaku.

"Kan namanya juga orang, ada pergerakan, kami belum bisa temukan dia," ungkap Kasubag Humas AKP Syarif Hidayat saat dihubungi, Jumat (13/10). Meski begitu, menurut dia, kepolisian masih terus berupaya menangkap pelaku.

Syarif mengatakan, tiga dari empat tersangka yang telah ditangkap kini telah dirumahkan di Lapas Paledang untuk menunggu jadwal persidangan. Adapun satu tersangka (TB), hingga kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut di Polresta Bogor Kota. "Yang tiga sudah tidak sama kami (Polresta) ya, sudah kami limpahkan. Di sini tinggal satu lagi," jelas Syarif.

Syarif menyebutkan, keempat tersangka yang ditangkap memiliki peranan masing-masing. Yakni, AB atau ABR sebagai orang yang berduel langsung dengan korban Hilarius, MS atau MP yang berperan sebagai wasit, serta HK alias HAP dan TB yang berperan sebagai pencari lokasi dan menunjuk siapa saja yang akan dilakukan duel.

Sebelumnya, siswa SMA Budi Mulia Kota Bogor, Hilarius Christian Event Raharjo, tewas diduga mengalami kekerasan fisik dalam tradisi bom-boman. Anak pasangan Maria Agnes dengan Raharjo ini tewas setelah bertarungan satu lawan satu dengan pelajar sekolah lain dan disaksikan oleh puluhan pelajar lainnya di Lapangan Palupuh, belakang SMAN 7 Kota Bogor.

Pertarungan ala gladiator atau bom-boman ini sebuah tradisi dalam menghadapi even besar, kompetisi liga bola basket (DBL) antar pelajar. Kasus tersebut sebenarnya terjadi pada Januari 2016. Namun pada waktu itu, kasusnya telah diselesaikan secara kekeluargaan karena keluarga pun menolak jenazah korban diautopsi. Sementara para pelaku di-drop out (DO) dari sekolah.