Monday, 10 Jumadil Akhir 1439 / 26 February 2018

Monday, 10 Jumadil Akhir 1439 / 26 February 2018

Erick Yusuf: Tidak Perlu Ada 100 Hari Kerja Anies-Sandi

Rabu 18 October 2017 07:15 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Pembina Yayasan Ihaqi Ustadz Erick Yusuf.

Pembina Yayasan Ihaqi Ustadz Erick Yusuf.

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memiliki program kerja prioritas di 100 hari kepemimpinannya. Namun, menurut pendiri lembaga dakwah IHAQI Ustaz Erick Yusuf, program 100 hari kerja dianggap tidak perlu.

"Dalam 100 hari harus ini itu, saya kira tidak perlu. Tidak perlu kita terjebak pada ritual 100 hari," ujar dia pada Republika.co.id, Rabu (17/10).

Dalam sudut pandangnya, program 100 hari kerja justru lebih condong terlihat adanya rekayasa pencitraan. Erick menyarankan agar Anies-Sandi mulai saja mengerjakan janji-janji yang dulu disampaikan saat masih kampanye.

"Jadi fokus saja bekerja sesuai dengan janji-janji kampnyenya, sesuai kepentingan umat," ujar dia.

Tidak hanya mengingatkan Anies-Sandi, Erick juga mengajak masyarakat tidak membebani dengan target dan program prioritas 100 hari tersebut.

"Sebaliknya saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung Anies-Sandi dan tidak membebani dengan hal-hal tidak perlu, jadi biarkan mereka bekerja," ujar Erick.

Presiden RI Joko Widodo melantik Anies-Sandi pada Senin (16/10). Pasangan ini resmi dilantik di Istana Negara pada pukul 16.00 WIB. Pasangan Anies-Sandi akan memimpin Jakarta selama lima tahun ke depan hingga 2022.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Banjir Citarum, Warga Gunakan Perahu

Ahad , 25 February 2018, 20:13 WIB