Rabu , 18 October 2017, 17:48 WIB

Alasan Djarot Absen di Pelantikan Dinilai tak Logis

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/Wihdan Hidayat
 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno sebelum Upacara Pelantikan Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno sebelum Upacara Pelantikan Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Absennya Djarot Syaiful Hidayat pada acara pelantikan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang baru dinilai sebagai sebuah contoh yang tidak baik dan tidak elok. Selain itu, alasan karena Djarot tak diundang pun dinilai tak logis.

"Contoh yang tidak baik. Artinya tidak elok, di saat pelantikan gubernur dan wakil gubernur baru, gubernur lama malah berlibur," ungkap Direktur Eksekutif Indonesia Politikan Review (IPR) Ujang Komarudin saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (18/10).

Menurutnya, seorang pemimpin sudah seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Bukan justru sebaliknya. Karena itu, apa pun alasannya, dia mengatakan, memang sebaiknya Djarot datang ke kegiatan pelantikan itu. "Mari kita memberi teladan yang baik untuk masyarakat," kata Ujang.

Ujang menjelaskan lagi, dalam sistem ketatanegaraan yang benar, yang mempersiapkan pelantikan gubernur baru adalah gubernur yang lama. Artinya, gubernur yang lama dan bagian protokoler Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkoordinasi dengan pihak istana. "Karena kan pelantikannya di Istana Negara. Apa pun alasannya, baiknya datang dan melakukan sertijab dengan baik," jelas dia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai, tidak logis apabila Djarot betul tak diundang ke acara pelantikan gubernur dan wakil gubernur yang baru. Karena itu, ia meminta untuk alasan-alasan seperti itu dihentikan.

"Mana ada dalam sertijab mantan tidak diundang. Saya kira lebih baik jujur saja, jangan bohongi rakyat. Hentikan lagu lama kaset usang dan membuat alasan yang sesat dan kacau," kata Pangi.

Meski begitu, apabila betul Djarot tidak diundang, Pangi mengatakan, maka jelas Djarot tidak salah. Itu pun kalau benar tidak diundang. Mungkin, Pangi mengatakan, ada alasan psikologis politik dari Djarot sehingga dirinya tak menghadiri kegiatan pada Senin (16/10) lalu itu.

"Tidak siap menang dan tidak siap kalah. Atau bisa juga karena pertimbangan Djarot belum siap hadiri sertijab Anies karena tidak ada Ahok," jelas dia.