Jumat , 20 October 2017, 21:27 WIB

Didatangi Anies, Pemilik Lahan Setuju Toko Digusur Buat MRT

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Republika/Putra M. Akbar
Anis-Sandi Tinjau MRT. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (20/10).
Anis-Sandi Tinjau MRT. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (20/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Proyek MRT di Stasiun Haji Nawi, Fatmawati, Jakarta Selatan dipastikan bisa berjalan lancar setelah Anies mengunjungi tempat tersebut. Mahesh dan Sigit, warga yang memiliki bangunan yang menghambat proyek MRT akhirnya bersedia tokonya digusur.

Sigit mengungkapkan, ia sudah bolak-balik minta mediasi tetapi tidak kunjung diakomodasi. "Saya ingin mematuhi hukum, tapi Pemdanya naik banding. Jadi saya sebenarnya lebih ingin kepastiannya bagaimana," kata Sigit di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (20/10).

Hal yang sama diungkapkan Mahesh. Ia tidak masalah akan adanya penggusuran asalkan sesuai dengan peraturan di undang-undang. "Ingin sesuai undang-undang. Ada kerugian ekonomis, ada tenggat waktu, ada macam-macam. Ini kan proyek negara, proyek nasional," kata Mahesh.

Pada saat membujuk kedua warga, Anies mengingatkan bahwa proyek MRT adalah proyek nasional. Ia tidak ingin ada apapun yang terhambat. "Ini untuk kepentingan nasional. Kalau soal nego mari kita ngobrol. Tapi saya tidak ingin ini terhambat," kata Anies.

Setelah mengobrol dengan Anies, Mahesh dan Sigit setuju bangunannya langsung dirobohkan. Secara simbolik, Anies bersama Mahesh memegang palu dan memukul pagar bangunan milik Mahesh.