Ahad , 22 October 2017, 12:32 WIB

Masjid Al Mansur Diusulkan untuk Dipugar 2018

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Dwi Murdaningsih
Rahma Sulistya
Empat soko guru atau tiang utama yang menjadi salah satu ciri khas Masjid Al Mansur
Empat soko guru atau tiang utama yang menjadi salah satu ciri khas Masjid Al Mansur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan banyak masjid-masjid tua yang ada di Jakarta dan harus dirawat agar tetap kokoh. Jika memungkinkan, Masjid Al Mansur adalah salah satu masjid yang akan dianggarkan pada 2018 untuk dipugar.

Ia mengungkapkan, anggaran detilnya belum bisa dia sebutkan karena masih dibuat rinci. "Anggaran belum. Kita akan lihat apa masih bisa dimasukkan di 2018, kalau tidak bisa maka pada tahun berikutnya," ujar dia saat ditemui usai acara peringatan 300 tahun Masjid Al Mansur Tambora, Jakarta Barat, Ahad (22/10).

Masjid yang berusia sampai 300 tahun, ia memaparkan, juga merupakan cagar budaya yang sudah diakui sebagai cagar budaya sejak 1988. Melihat kondisi Masjid Al Mansur saat ini, ia ingin agar masjid bisa menjadi salah satu tempat yang diprioritaskan dalam renovasi, karena tanda-tanda kekurangan pada masjid sudah semakin tampak.

"Apalagi seperti kayu-kayunya sudah sama sekali tidak bisa dinaiki. Kalau kita lihat tangga-tangganya ke atas sudah sangat berbahaya. Ini adalah sebuah warisan budaya bukan sekedar bangunan. Tidak banyak seperti ini," kata mantan Mendikbud itu.

Salah satu cicitnya, Anies melanjutkan, sekarang mengelola masjid ini adalah Ustaz Yusuf Mansyur. Ia menyatakan bahwa Pemda DKI akan memprioritaskan untuk merenovasi masjid itu. Alasannya juga karena Masjid Al Mansur menjadi salah satu tempat Guru Mansyur di 50 tahunnya.

"Banyak pelajaran yang bisa diambil, tokoh-tokoh yang bisa menjadi inspirasi harus dituliskan lebih luas agar masyarakat lebih memahami hikmahnya, nanti kami akan siapkan anak-anak di Jakarta, insya Allah di seluruh Indonesia bisa mengetahui lebih jauh sejarah tokoh-tokoh yang selama ini telah berjuang seperti Guru Mansur," kata Anies lagi.

Saat ini, Jakarta memiliki banyak sekali bangunan tua. Lewat komunikasi Anies yang intens dengan komunitas sejarah, dan mendengar bahwa komunitas itu sering menyambangi sekolah-sekolah yang berdiri tahun 1900-an.

Sekolah-sekolah yang diceritakan oleh komunitas itu, membuat Anies teringat dengan Masjid Al Mansur ini yang sudah berdiri selama 300 tahun. Melihat usia masjid ini, Anies ingin Jakarta menjadi tujuan wisata, karena potensinya banyak sekali.

"Kalau tempat-tempat lain, belum tentu punya koleksi sebanyak kita. Kita sudah punya, tinggal diatur, lalu dibuat sehingga menjadi tempat yang nyaman yang mudah dijangkau, insya Allah memberikan dampak yang baik," kata  dia.

Nantinya, melalui pelestarian cagar budaya, Anies ingin bukan hanya sekedar meramaikan dan menjadi tempat kunjungan saja, tetapi juga memiliki terobosan-terobosan ekonomi di masa mendatang. Tujuan wisatanya memang untuk meramaikan tapi ditumbuhkan juga perekonomiannya.