Selasa , 24 October 2017, 01:09 WIB

Sandi: Pembangunan Stadion Bebani APBD Jika tanpa Swasta

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Ani Nursalikah
Antara/Risky Andrianto
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kedua kiri) menyapa suporter The Jakmania.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kedua kiri) menyapa suporter The Jakmania.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan akan melibatkan pihak swasta dalam pembangunan stadion di Taman Bersih, Manusiawi dan Berwibawa (BMW). Dia menyebut, pembangunan stadion sangat membebani jika hanya ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kalau tidak, kami khawatir beban kepada APBD, (biaya) pembangunan maupun untuk perawatannya itu akan terlalu besar," kata dia di Balai Kota, Senin (23/10).
 
Kerja sama dengan pihak ketiga diyakini akan sangat membantu meringankan pembiayaan. Pihak ketiga itu, bisa dari swasta atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sandiaga mengaku telah membahas rencana pembangunan stadion yang pernah dijanjikan selama kampanyenya.
 
Dia mengatakan, konsep pembangunan stadion di Taman BMW di Sunter, Jakarta Utara itu sudah dirumuskan. Pembangunan stadion, akan dikerjakan secepat mungkin. Sandi menargetkan proyek tersebut selesai tak lebih dari 18 bulan dari dimulainya pengerjaan yang ditargetkan pada awal tahun depan. "Inginnya semester pertama di 2018," kata dia.
 
Sandi mengaku, telah mendapat paparan dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI terkait desain stadion di Taman BMW tersebut. Namun, ia mengaku tak setuju lantaran desainnya sudah usang. Desain stadion yang dipresentasikan kepadanya itu sudah sejak 2009 dan kurang mengikuti perkembangan.
 
"Desainnya nggak kekinian banget, gede, ada trek lari. Padahal penonton kan pengen dekat dengan lapangan. Kita ingin desain harus diubah," ujar dia.
 
Anies Baswedan-Sandiaga Uno menjanjikan akan membangun stadion mewah di Jakarta ketika kampanye Pilkada DKI pada November 2016. Stadion ini rencananya dibuat sekelas Old Trafford, markas klub Manchester United dan akan digunakan untuk latihan klub kebanggaan warga Ibu Kota, Persija.
 
Luas kawasan stadion baru itu nanti direncanakan sampai 500 ribu meter persegi dengan luas stadion utama sekitar 76 ribu meter persegi. Kapasitas tempat duduk dirancang sekitar 75 ribu, maksimal 85 ribu.