Rabu , 01 November 2017, 15:34 WIB

Karyawan Alexis Ditawari OK OCE, Sandi: Pasti Andal Melayani

Rep: Sri Handayani/ Red: Nur Aini
Republika/Mahmud Muhyidin
Gedung Hotel Alexis, Jakarta, Selasa (31/10).
Gedung Hotel Alexis, Jakarta, Selasa (31/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penolakan perpanjang izin operasional Hotel dan Griya Sehat Alexis berdampak pada karyawannya yang diperkirakan mencapai 1.000 orang. Wakil Gubernur DKI Jakarta mengaku telah memiliki serangkaian rencana untuk mempekerjakan mereka.

"Saya minta Alexis Group bisa beri nama-nama pekerja di sana yang ber-KTP Jakarta. Itu bisa langsung, misalkan terobosan bisa melalui pelatihan dan pergerakan OK OCE," kata Sandi di Gedung Jakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (1/11).

Ia mengatakan ada tim OK OCE yang membuka restoran dan membutuhkan karyawan yang andal. Ada pula pengusaha hotel syariah yang dapat menampung para pekerja Alexis yang kini dirumahkan.

"Mereka yang pernah bekerja di Alexis pasti andal melayani," kata dia.

Sandi mengungkapkan, ada pula ide dari tim OK OCE untuk menyalurkan para pekerja yang dulunya bertugas di valley parkir Hotel Alexis menjadi pengemudi moda transportasi daring.

"Teman-teman di aset punya 101 mobil per kemaren yang dikembalikan, mau diapain? Kalau dibiarkan akan jatuh harganya, rusak, dan tidak terawat. Bagaimana kalau dikerjasamakan dengan transportasi online? Bagaimana kalau teman-teman di valley parkir hotel Alexis bisa menjadi pengendara transportasi online?" kata dia.

Selain menghasilkan dampak pekerjaan, cara ini juga dinilai akan mengurangi beban di masyarakat. Selain, kata dia, hal itu dapat mengoptimalisasi aset pemerintah provinsi.

"Nah terobosan seperti harus bergerak cepat selama dalam koridor hukum," ujar Sandi.