Selasa , 07 November 2017, 22:12 WIB

3 Mayat Korban Kebakaran Gudang Teridentifiikasi

Red: Andi Nur Aminah
republika
Data kebakaran gudang 99 kosambi
Data kebakaran gudang 99 kosambi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Disaster Victim Identification (DVI) kembali berhasil mengidentifikasi tiga jenazah dan satu bagian tubuh yang menjadi korban peristiwa kebakaran Gudang PT Panca Buana Cahaya. "Ada tiga jenazah dan satu ..body part yang dinyatakan teridentifikasi pada hari ini," kata Kepala Bidang Pelayanan RS Polri Said Sukanto Kombes Polisi Sumirat Dwiyanto Selasa (7/11).

Sumirat merinci tiga jenazah tersebut atas nama Dika MS (asal Tangerang, Banten), Khalimi (Tegal, Jawa Tengah), Omah Binti Saut (Tangerang, Banten). Sementara satu bagian tubuh yang teridentifikasi atas nama Gugun Gunawan (Bandung Barat, Jawa Barat).

Ketiga jenazah dan satu bagian tubuh tersebut langsung dipulangkan ke keluarga masing-masing untuk dikebumikan. "Hari ini langsung dipulangkan," katanya.

Dengan demikian total jumlah korban yang telah teridentifikasi adalah 39 jenazah dan satu bagian tubuh. "Total yang teridentifikasi adalah 13 jenazah pria dan 27 jenazah perempuan karena body part (pria) atas nama Gugun Gunawan," katanya.

Dalam kasus ini, RS Polri menerima 47 kantong jenazah yang terdiri atas 44 kantong berisi jenazah dan tiga kantong berisi beberapa bagian tubuh. Sebelumnya, sebuah gudang kembang api, PT Panca Buana Cahaya, terbakar kemudian meledak yang menewaskan puluhan orang di kompleks Pergudangan 99 Kosambi Tangerang Banten, Kamis (26/10), sekitar pukul 08.30 WIB.

Polisi mencatat korban yang meninggal dunia sebanyak 48 orang dan korban luka sebanyak 45 orang, sedangkan total pekerja mencapai 103 orang. Saat ini, penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga tersangka kebakaran gudang petasan tersebut.

Ketiga tersangka yakni pemilik gudang PT Panca Buana Cahaya Sukses Indra Liyono, Direktur Operasional Andria Hartanto, dan tukang las Suparna Ega. Penyidik telah menahan Indra dan Andria, sedangkan Suparna belum diketahui keberadaannya lantaran polisi belum bisa memastikan Suparna termasuk korban meninggal dunia atau tidak. 

Sumber : Antara