Kamis , 09 November 2017, 14:01 WIB

Anies Enggan Beberkan Konsep Trotoar Sudirman-Thamrin

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Esthi Maharani
Republika/Iman Firmansyah
Larangan Motor. Rambu Larangan Motor menuju Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (07/11).
Larangan Motor. Rambu Larangan Motor menuju Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (07/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan membeberkan konsep penataan trotoar di Jalan Sudirman-Thamrin yang akan dirombaknya. Anies menginginkan agar di dua jalan protokol itu didesain ulang untuk bisa dilewati kendaraan roda dua atau motor.

Namun, sampai saat ini, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu tak pernah menjelaskan secara detail konsep rancangan yang diinginkannya. Anies hanya mengatakan desain trotoar Sudirman-Thamrin harus bisa mengakomodasi kendaraan motor berdasar prinsip keadilan.

"Nanti kalau sudah jadi desainnya saja ya, daripada kita imajinasi," kata dia di Balai Kota, Kamis (9/11).

Gubernur Anies berencana akan mengembalikan Jalan MH Thamrin untuk bisa dilalui kembali kendaraan roda dua. Pelarangan roda dua atau sepeda motor di jalan tersebut dinilai tidak adil lantaran membatasi penggunaan jalan terhadap masyarakat yang sebagian besar warga DKI.

Anies memerintahkan jajarannya untuk merombak desain pembangunan trotoar Sudirman-Thamrin. Dia meminta, desain awal trotoar yang tidak mengakomodir motor di ruas jalan protokol itu diubah total. Ia meminta ada desain ulang dengan asumsi motor bisa melintasi Jalan Sudirman-Thamrin.

Pelarangan sepeda motor di Jalan MH Thamrin mulai diberlakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Desember 2014. Selain Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat juga melarang motor atau kendaraan roda dua lainnya melintas.

Di era Djarot Saiful Hidayat, pelarangan sepeda motor rencananya diperluas di Jalan Sudirman dari Bundaran Hotel Indonesia hingga Bundaran Senayan. Perluasan larangan itu seiring dengan pembangunan trotoar di sepanjang Jalan Sudirman dan MH Thamrin.