Jumat , 10 November 2017, 05:34 WIB

Warga: Roda Dua Masuk Thamrin, Pasti Macet Lagi

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/Iman Firmansyah
Melintas. Sejumlah Pengendara melintas di perempatan Jalan K.H Wahid HAsyim - M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (07/11). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana akan mecabut larangan kendaraan roda dua di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat di karenakan Anies Baswedan ingin warga Jakarta bisa mengaskes seluruh jalan di Jakarta
Melintas. Sejumlah Pengendara melintas di perempatan Jalan K.H Wahid HAsyim - M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (07/11). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana akan mecabut larangan kendaraan roda dua di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat di karenakan Anies Baswedan ingin warga Jakarta bisa mengaskes seluruh jalan di Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membuka kembali Jalan MH Thamrin bagi kendaraan roda dua tidak disambut baik oleh sebagian masyarakat DKI Jakarta. Alasannya, hal tersebut akan menyebabkan kemacetan yang semakin parah, yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov DKI.

Salah satu pegawai yang bekerja di daerah Thamrin dan juga pengguna ojek daring, Nani Mariani (30) mengatakan, akan ada dampak negatif jika rencana tersebut kembali diterapkan. "Akan ada efek sampingnya, macet pasti balik lagi," katanya kepada Republika.co.id, Jakarta, Kamis (9/11).

Adanya pembangunan entrance Mass Rapid Transit (MRT) yang saat ini masih dilakukan di kawasan Thamrin juga telah menambah kemacetan. "Apa lagi ditambah dengan pembukaan jalan buat roda dua, enggak kebayang deh," tambahnya.

Untuk itu, ia berharap agar proses pembangunan MRT segera diselesaikan, sehingga masyarakat akan lebih beralih menggunakan transportasi umum dari pada kendaraan pribadi.

Tidak jauh berbeda, salah satu pengguna motor, Danang Wahyudi (30) juga mengutarakan pendapat yang sama dengan Nani. Dia pun tidak setuju dengan rencana pencabutan pelarangan bagi kendaraan roda dua di Jalan MH Thamrin oleh Pemprov DKI. Karena hal tersebut akan membuat kemacetan yang semakin parah, terlebih lagi jalur tersebut merupakan jalur protokol yang juga dilalui oleh tamu negara Indonesia.

"Karena di situ kan ring satu ya, ibaratnya sudah deket-deket sama istana," katanya. Ia menambahkan, "Kalau satu orang anggaplah punya motor tiga, itu Jakarta penuhnya kayak apa," tambahnya.

Menurutnya, langkah yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah adalah dengan meningkatkan fungsi transportasi umum. "Kayak sekarang ada (pembangunan) LRT, MRT, sebaiknya itu lebih difungsionalkan," kata dia.

Selain itu, menurutnya, transportasi umum yang saat ini sudah diterapkan agar lebih dimaksimalkan lagi. Tujuannya agar dapat menjangkau volume pengguna transportasi, khususnya yang ada di kawasan Thamrin. "Maksudnya biar semua angkutan bus ke arah sana bisa terjangkau ibaratnya sama karyawan-karyawan. Jadi tidak perlu susah, tidak perlu capek-capek untuk menghalangi kemacetan," tambahnya.

Dan juga, transportasi umum juga harus terpadu. Dimana pengelolaannya harus dilakukan dengan baik. Untuk itu, dengan dilakukannya sistem penataan yang baik terhadap transportasi umum, masyarakat akan merasa lebih nyaman untuk menggunakan moda transportasi umum.  "Sehingga (transportasi umum) buat nyaman penggunanya, jadi semua orang itu beralih kesana," tutupnya.