Jumat , 10 November 2017, 12:16 WIB

Penggratisan Ancol Terkait Pemasukan dari Tiket

Rep: Sri Handayani/ Red: Indira Rezkisari
Republika/Mahmud Muhyidin
 Sejumlah pengunjung memasuki kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Kamis (21/9).
Sejumlah pengunjung memasuki kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Kamis (21/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengatakan belum ada rencana teknis tentang penggratisan Ancol bagi pengguna Kartu Jakarta Pintar (KJP). Menurut dia, kebijakan itu masih berupa wacana yang dikeluarkan mantan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat.

"Belum ada. Belum dibahas apa-apa. Itu kan masih semacam wacana yang dibuat oleh Pak Djarot. Belum ada rencana," kata Saefullah di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Jumat (10/11).

Menurut Saefullah, penetapan tiket gratis harus ditentukan dalam rapat direksi. Sebab, kebijakan ini akan mempengaruhi 60 persen pendapatan PT Pembangunan Jaya Ancol yang selama ini diterima dari penjualan tiket, baik tiket masuk maupun tiket wahana.

Apabila digratiskan bagi seluruh warga Jakarta, ia memprediksi pendapatan PT Pembangunan Jaya Ancol akan berkurang hingga 20 persen. "Paling nggak 20 persen lah. (Nominalnya) Ancol yang tahu. Manajemen Ancol kalau angka-angka," kata dia.

Ia mengaku belum ada arahan apapun dari Gubernur Anies Baswedan mengenai penggratisan tiket masuk Ancol bagi pengguna KJP. Ia juga belum tahu kapan pembahasan lanjutan akan dimulai.

"Belum ada. Belum," ujar dia.