Jumat , 10 November 2017, 14:37 WIB

Anies-Sandi akan Tata 16 Kampung yang Digusur Ahok-Djarot

Rep: Sri Handayani/ Red: Bayu Hermawan
Republika/Sri Handayani
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional di Lapangan IRTI Monas, Jumat (10/11).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional di Lapangan IRTI Monas, Jumat (10/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan penataan terhadap enam belas wilayah permukiman di Jakarta. Belasan wilayah ini, sebelumnya sempat ditertibkan pada masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

"Enam belas kampung kumuh yang ditargetkan dulu. Setelah itu akan kita hadirkan solusi permanen untuk kampung-kampung yang selama ini dituduh kumuh dan miskin atau kumis," kata Sandiaga di Lapangan IRTI Monas, Jumat (10/11).

Sandiaga mengatakan, konsep penataan kampung ini telah disosialisasikan dalam ajang Indonesia Infrastructure Week (IIW) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan beberapa hari lalu. Dalam acara tersebut, ia menyampaikan keinginan pemprov DKI untuk menata kampung kumis dengan prinsip keterbukaan, partisipatif, dan berkeadilan.

Ada lebih dari 200 rukun warga (RW) yang kumuh di Jakarta akan dirapikan dengan pendekatan line consolidation. Artinya, pemprov DKI akan mengkonsolidasi tanah para warga. Salah satu kampung yang akan dirapikan adalah Kampung Akuarium. Ada pula Kampung Angke dan beberapa kampung lain yang sebelumnya sempat ditertibkan pada masa pemerintahan mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat.

"Tadi pagi ada dari (Kampung) Akuarium hadir, kita berikan pemahaman tersebut. Mohon sabar, kita akan lakukan satu-satu," ujarnya.

Ditanya mengenai kampung-kampung kumuh yang berdiri di atas tanah negara, Sandiaga mengatakan akan menyelesaikan masalah hukum terlebih dahulu. Ia menambahkan, walau bagaimanapun, tanah negara itu akan tetap dirapikan.

"Tahun ini kita anggarkan juga sertifikasi tanah-tanah negara tersebut. Ada program Pak Sofyan Djalil, kita sudah anggarkan," katanya.