Jumat , 10 November 2017, 17:04 WIB

Helmi, Tersangka Penembak Dokter Lety Bicara Ngelantur

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/Rahma Sulistya
Tersangka penembakan dokter Letty, dokter Helmi saat tiba di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/11).
Tersangka penembakan dokter Letty, dokter Helmi saat tiba di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kondisi kejiwaan Helmi, dokter yang menembak Lety Sultri, istrinya yang juga berprofesi sebagai dokter belum diketahui pasti. Tetapi, dari jawaban yang dilontarkannya, banyak kejanggalan dari perkataannya.

Helmi ketika dibawa ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk kembali diperiksa oleh penyidik, banyak menjawab pertanyaan penyidik namun jawabannya aneh. Berbagai perkataan aneh dilontarkan Helmi. Misalnya, saat ditanya mengapa menembak istri, dia menjawab: "Perintah, perintah," kata Helmi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/11).

Ketika ditanyakan mengapa meminum obat penenang, lalu diminta penjelasan tentang kandungan obat penenang itu, jawabannya ngelantur kemana-mana. "Gangguang psikotik, tahu enggak? Tanya dokter," ujar Helmi dengan nanda tinggi.

Helmi menutup wajahnya ketika sedang digiring oleh polisi. Ia mengatakan, ia merupakan reinkarnasi yang ketiga kali dan sudah mendapat perintah dua kali. Entah darimana perintah yang dia maksud itu.

Terkait kematian istrinya, dia pun mengatakan istrinya akan mengalami reinkarnasi dan dia akan kembali mengejar istrinya. "Jiwa Letty akan datang ke tubuh yang lain. Aku mau ngejar dia," papar Helmi.

Sebelumnya, terjadi penembakkan di Azzahra Medical Center Cawang, Jakarta Timur, berujung kematian seorang dokter bernama Lety Sultri (46). Pelaku, dokter Helmi, sempat melarikan diri, namun mengarah ke Polda Metro Jaya dan menyerahkan diri di sana dengan membawa dua barang bukti.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pelaku datang ke Polda Metro Jaya menggunakan motor. Melalui penjagaan, di situlah didapati dua barang bukti untuk membunuh istrinya.

Senjata rakitan jenis rakitan revolver dan jenisnya FN sudah dikirim ke labfor (laboratorium forensik) untuk diperiksa lebih lanjut. Pelaku bernama Helmi yang juga seorang dokter, merupakan suami dari Dokter Lety. Ia saat ini masih berada di tangan Polda Metro Jaya untuk terus dimintai keterangannya.