Jumat , 10 November 2017, 22:50 WIB

Usai Kericuhan, Begini Situasi Mako Brimob Kelapa Dua

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andi Nur Aminah
republika/Arif Satrio Nugroho
Situasi terkini Markas Korps Brimob Kelapa Dua Depok usai terjadi kericuhan yang dikabarkan terjadi di Rutan Teroris Korps Brimob (cabang rutan salemba) pada Jumat (10/11) sore.
Situasi terkini Markas Korps Brimob Kelapa Dua Depok usai terjadi kericuhan yang dikabarkan terjadi di Rutan Teroris Korps Brimob (cabang rutan salemba) pada Jumat (10/11) sore.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keributan dikabarkan terjadi di Rutan Teroris Korps Brimob Cabang Rutan Salemba Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jumat (10/11) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Keributan dilakukan oleh tahanan teroris yang mengakibatkan rusaknya sejumlah fasilitas rutan.

Pantauan Republika.co.id di sekitar lokasi yakni Jalan Akses UI Cimanggis Kelapa Dua Depok, sekitar pukul 22.30 WIB, tidak terdapat aktivitas menonjol di sekitar markas. Sejumlah personel dengan sepeda motor trail tampak memasuki markas sekitar pukul 22.00 WIB.

Pengamanan di depan markas pun tampak longgar seperti hari biasanya. Petugas berjaga di bagian pintu masuk gerbang markas. Sedangkan pagar kawat berduri juga terpasang melintang seperti biasa di ruas utara jalan Akses UI tepat di depan markas. Arus lalu lintas pun terpantau lancar.

Seorang warga sekitar, Susanto mengatakan tidak tahu terkait kabar kerusuhan yang terjadi di dekat tempat ia bekerja. "Wah kalau dari luar ya kagak tau kita, saya juga bingung barusan wartawan pada datang, di lokasi juga kelihatannya biasa aja sih," katanya.

Adapun kronologis sementara menurut keterangan tertulis yang diterima dari Karopenmas Polri Brigjen Rikwanto, setelah shalat Jumat, para tahanan dimasukan ke sel masing-masing. Setelah masuk, piket Densus melepas kunci yang ada di kamar A5 dan C 5 (RB) karena ada selotan kunci dari dalam. "Demi keamanan dan memudahkan putugas piket membuka pintu sel," jelas Rikwanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/11).

Sambil melaksanakan giat tersebut, petugas piket Densus melaksanakan penggeledahan di kamar tersebut dan di temukan ponsel sebanya 4 buah. Ponsel tersebut milik Juhanda, Saulihun, Kairul Anam dan Jumali. Karena kegiatan pemeriksaan tersebut, salah satu tahanan ada yang merasa tidak terima dan memancing petugas dengan ucapan macam macam.

"Kemudian anggota ada yang terpancing ucapan meraka,dan ada tahanan yg sambil Takbir keras-keras sehingga memancing tahanan blok sebelahnya," jelas Rikwanto.

Anggota piket pun melakukan tindakan dengan tembakan ke atas untuk pertanda terjadinya keributan dan peringatan kepada para narapidana. Saat ini, suasana sudah bisa diredakan oleh anggota piket. "Setelah itu anggota siaga di piketan sambil menunggu perkembangan, namun para tahanan tetap masih ada yang takbir-takbir sehingga memicu yang lain," kata dia.