Selasa , 14 November 2017, 11:33 WIB

Aksi WO Ananda Sukarlan Dinilai Intoleran

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Andi Nur Aminah
Antara Foto
Ananda Sukarlan
Ananda Sukarlan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemuda Muhammadiyah Provinsi DKI Jakarta menilai aksi walkout (WO) yang dilakukan oleh Ananda Sukarlan kepada Anies Baswedan adalah sikap intoleran. Pemuda Muhammadiyah juga mengeluarkan pernyataan sikap yaitu memboikot Traveloka karena pemiliknya, Derianto Kususma diduga mendukung sikap pianis Ananda Sukarlan yang WO saat Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memberikan sambutan dalam Acara Ulang Tahun ke 90 Kolese Kanisius di Jakarta. Derianto melakukan WO mengikuti sikap Pianis Ananda Sukarlan.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Provinsi DKI Jakarta Syahrul Hasan mengatakan, aksi WO yang di lakukan oleh Ananda Sukarlan dan beberapa orang lainnya menggambarkan sikap intoleran dan miskin akhlak sebagai tuan rumah dalam menerima tamu. Dimana kehadiran Anies Baswedan sebagai tamu adalah atas permintaan resmi dari tuan rumah itu sendiri.

"Aksi walkout Ananda Sukarlan yang menuduh Anies Baswedan meraih kursi gubernur tidak sesuai nilai-nilai Kanisius adalah jauh panggang dari api," kata Syahrul dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (14/11).

Syahrul menjelaskan, Anies Baswedan merupakan bagian dari Keluarga Besar Muhammadiyah, baik secara struktural maupun kultural. Saat ini beliau diamanahi sebagai penasehat Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu di mana Din Syamsudin MA menjabat sebagai ketua ranting tersebut.

Saat Din Syamsudin menjabat sebagai ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015, PP Muhammadiyah yang berkantor di Jl Menteng Raya 62 bersebelahan dengan gedung Kolese Kanisius. "Muhammadiyah selalu menyediakan lahan parkir Gedung Dakwah Muhammadiyah untuk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Keluarga Besar Kolese Kanisius sebagai wujud nyata dan otentiknya toleransi Keluarga Besar Muhammadiyah. Anies Baswedan tentu sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah punya sikap yang sama dalam menjaga toleransi dan persatuan antar umat beragama yang selama ini telah berjalan dengan baik, karena beliau juga adalah cucu dari pendiri Republik Indonesia yang sama - sama kita cintai," tutur Syahrul.

Ia berharap meskipun ada kejadian seperti ini, kerukunan dan persatuan antar umat beragama yang selama ini terjalin dengan baik, dapat terus terjaga demi tegaknya NKRI. Manajemen PT Trinusa Travelindo atau Traveloka membantah adanya sikap walkout pendiri Traveloka Derianto Kusuma saat pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam perayaan 90th Kolese Kanisius.

PR Manager Traveloka, Busyra Oryza menyatakan Derianto Kusuma berhalangan hadir dalam acara tersebut untuk menerima penghargaan dari Alumni Kanisius, sehingga tidak ada walkout. "Beliau berhalangan hadir dikarenakan beliau sedang melakukan perjalanan dinas yang telah direncanakan beberapa bulan sebelumnya. Sedang tidak berada di Jakarta," ungkap Busyra Oryza kepada Republika, Selasa (14/11).

Busyra menyatakan, bahwa Traveloka merupakan perusahaan berbasis terknologi yang didirikan oleh putera-puteri bangsa Indonesia yang mengedepankan nilai-nilai saling menghargai, bertoleransi dan berinovasi. Nilai-nilai ini, kata Busyra, senantiasa diterapkan kepada karyawan maupun pemangku kepentingan eksternal. Penghargaan yang diraih oleh Derianto Kusuma menurutnya semakin memotivasi pihaknya untuk meningkatkan kontribusi di masyarakat melalui peningkatan mobilitas dan memperbaiki kualitas kehidupan.