Kamis , 23 November 2017, 17:59 WIB

Relokasi Pipa Lebak Bulus Ganggu Suplai Air ke Pelanggan

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Gita Amanda
Palyja
Direktur Palyja Alan Thompson (kiri) bersama Direktur Utama PD PAM Jaya Erlan Hidayat (dua dari kanan) dalam peresmian proyek perluasan jaringan (proyek Muara Baru) dan Booster Pump Gajahmada
Direktur Palyja Alan Thompson (kiri) bersama Direktur Utama PD PAM Jaya Erlan Hidayat (dua dari kanan) dalam peresmian proyek perluasan jaringan (proyek Muara Baru) dan Booster Pump Gajahmada

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PAM Jaya dan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) menginformasikan bahwa pekerjaan relokasi pipa diameter 1.200 milimeter (mm) di jalan Kartini, Lebak Bulus, Jakarta masih dalam pengerjaan. Hal tersebut mengakibatkan suplai air ke pelanggan belum terdistribusi normal.

Humas PAM Jaya Linda Nurhandayani menyatakan bahwa PAM Jaya dan Palyja akan terus bersinergi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Hal tersebut agar pelayanan pasokan air pada akan berjalan kembali normal.
 
"Diharapkan pasokan air Palyja ke pelanggan akan kembali normal secara bertahap pada 20 November 2017 pukul 12.00," kata Linda dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (19/11) lalu.
 
Palyja menyiagakan seluruh armada mobil tangki untuk mengantisipasi keadaan darurat seperti di rumah sakit dan rumah ibadah untuk memasok air bersih.
 
Relokasi sepanjang 225 meter tersebut mengakibatkan suplai air berkurang seperti wilayah Selong, Kramat Pela, Melawai, Gunung Petogogan, Pela Mampang, Banka, Pancoran, Kebon Baru, Tebet Timur, Tebet Barat, Bukit Duri, Manggarai Selatan dan Kampung Melayu.
 
Sedangkan beberapa daerah lain seperti Kelapa Dua, Meruya Selatan, Srengseng, Kebayoran Lama Selatan, Pondok Pindang, Sukabumi Selatan, Grogol Utara, Grogol Selatan, Cipulir, Kebayoran Lama, Kebayoran Lama Utara, Pancoran, Mampang, Prapatan, Tegal Parang, Pela Mampanh, Duren Tiga, Bangka, Pejaten Barat, Pancoran, Cikoko, Kalibata, Pengadegan dan Rawa Jati suplai air terhenti.
 
Pekerjaan relokasi tersebut dilakukan karena pipa tersebut berdampak pada pengerjaan proyek underpass oleh Pemerintah DKI Jakarta. "Pipa 1.200 mm itu adalah kategori pipa transmisi besar, sehingga dampak gangguannya pun cukup luas," kata Direktur Utama PAM JAYA Erlan Hidayat.

Berita Terkait