Jumat , 24 November 2017, 15:32 WIB

Haedar: Muhammadiyah tak Ikut Reuni 212

Rep: Novita Intan/ Red: Teguh Firmansyah
Republika/ Yasin Habibi
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alumni 212 akan menggelar reuni akbar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada 2 Desember 2017. Acara reuni tersebut rencanya dimulai dengan Shalat Subuh berjamaah di Monas dan diperkirakan acara selesai pukul 11.00 WIB. Namun menurut polisi, kegiatan akan dipusatkan di Masjid Istiqlal.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyebut aksi masa 212 merupakan sebuah permasalahan umat Islam ketika mantan Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diduga melakukan penistaan terhadap agama.

"Muhammadiyah tidak akan melakukan kegiatan-kegiatan seperti itu (demo), kita lebih baik produktif," ujarnya di Aula PP Muhammadiya, Jakarta, Jumat (24/11).

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak termasuk dalam konteks dan kebiasaan jamaah Muhammadiyah. Justru, lebih baik melakukan hal-hal lebih produktif seperti merayakan hari Kemerdekaan Indonesia. "Kami (Muhammadiyah) tidak akan berreuni, saya tegaskan kami tidak akan dukung apalagi demo. Lebih baik kita reuni 17/8/1945 saja," ungkapnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya melakukan persiapan pengamanan terkait reuni akbar 212 dengan mengerahkan 85 ribu personel gabungan.

"Ini juga meminta untuk setiap Polres di seluruh Indonesia melakukan antisipasi pergerakan massa agar tidak datang ke Jakarta," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Argo Yuwono di Kabupaten Bekasi, Jawa barat, Kamis (23/11).

Menurut dia, dalam aksi reuni 212 rencananya dipusatkan pada Masjid Agung Istiqlal, DKI Jakarta. Hal ini dimaksud agar tidak mengganggu ketertiban umum. Tadinya, paniti meminta di sekitar Monas, Jakarta Pusat. Tetapi hal itu tidak dapat terlaksana dikarenakan akan mengganggu aktivitas pengunjung yang hendak menikmati keindahan Monas tempat wisata lainnya sekitar daerah itu.

Berita Terkait