Kamis , 07 December 2017, 19:02 WIB

Disdagin Depok Gelar Operasi Cegah Kelangkaan Gas Melon

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Endro Yuwanto
Republika/Prayogi
Pekerja menata tabung gas elpiji 3 Kg di salah satu agen gas elpiji (ilustrasi).
Pekerja menata tabung gas elpiji 3 Kg di salah satu agen gas elpiji (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,  DEPOK -- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melakukan operasi pasar gas bersubsidi tabung 3 kg atau gas melon. Hal itu dilakukan untuk mencegah kelangkaan gas melon jelang Natal dan Tahun Baru.

Disdagin Pemkot Depok bekerja sama dengan Pertamina dan Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Depok melakukan operasi pasar gas melon dengan harga jual hanya Rp 16 ribu per tabung di beberapa wilayah di Depok, yakni di Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Cipayung, dan Sawangan pada Kamis (7/11).

Kepala Bidang Perdagangan Disdagin Kota Depok Anim Mulyana menjelaskan, dalam operasi pasar gas kali ini, pihaknya menyiapkan 14 ribu tabung. Operasi pasar ini hanya diperuntukkan bagi rumah tangga prasejahtera dan usaha mikro. "Harga yang ditawarkan yaitu Rp 16 ribu per tabung," ujarnya.

Menurut Anim, operasi pasar gas 3 kg yang dilaksanakan di empat wilayah tersebut akan disediakan sebanyak 200 tabung per wilayah. "Saat operasi pasar pada Senin hingga Rabu lalu, itu juga sama total ada 14 ribu tabung. Setiap titiknya ada 200 tabung melon yang dijual," katanya.

Anim berharap dengan adanya operasi pasar ini, memudahkan masyarakat prasejahtera memperoleh gas melon dengan harga murah. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang mapan secara ekonomi agar membeli gas nonsubsidi, baik itu 5 kg, 12 kg, atau bright gas 3 kg. "Gas 3 kg ini diperuntukkan bagi masyarakat prasejahtera dan usaha mikro. Bagi yang mampu, beralihlah ke gas nonsubsidi," jelasnya.