Kamis , 07 December 2017, 20:25 WIB

BPBD Bekasi Siagakan 45 Personel untuk Hadapi Bencana

Rep: Farah Noersativa/ Red: Karta Raharja Ucu
Antara/Embong Salampessy
Bencana alam (ilustrasi).
Bencana alam (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Memasuki musim penghujan dan cuaca tak menentu akibat siklon dahlia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi menyiagakan seluruh personil dan perlengkapan yang mereka miliki. Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Haryono mengatakan saat ini pihaknya menyiagakan 45 personelnya untuk menanggulangi bencana di Kota Bekasi.

"Empat puluh lima personel itu kita siagakan dan telah kita latih tim reaksi cepat kemarin di puncak selama satu pekan, sehingga sudah terlatih," ujarnya pada Apel Gelar Siaga di Lapangan Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (7/12).

Selain itu, kata dia, BPBD juga menyiagakan perahu karet sebanyak enam unit dan juga 10 tenda berukuran besar sebagai alat bantu pada saat kebencanaan terjadi. Walaupun begitu, ia mengaku jumlah alat yang ada termasuk kurang.

"Sebetulnya masih kurang, makanya kita juga dibantu oleh Dinas Sosial dalam hal ini adalah Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk penyediaan perahu karet dan juga dapur umum," ujarnya. Namun untuk jumlah personel sendiri, ia rasa masih cukup.

Sementara itu, ia menyebut ada sebanyak 49 titik rawan bencana yang ada di Kota Bekasi. Namun, ia mengatakan titik rawan banjir yang paling diwaspadai adalah wilayah kecamatan Jatiasih.

"Ada empat lokasi di Jatiasih yang paling diwaspadai, yakni di Perumahan Mitra Lestari, Perumahan Nasio, Perumahan Ikip, dan Pondok Gede Permai," tuturnya.

Ia juga menambahkan, di Kecamatan Rawalumbu juga perlu diwaspadai di beberapa titik seperti di Perumahan Pondokhijau Permai, dan di kecamatan Medan Satria tepatnya di wilayah Kalibaru. Serta di kecamatan Bekasi Utara, tepatnya di wliayah Harapan Mulya.

Pihaknya pun menekankan status siaga banjir telah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat pada 1 November 2017 lalu. Penetapan ini, katanya, akan berlangsung sampai Mei 2018 esok.

Ia menyebut saat ini pihaknya masih terus memantau keadaan cuaca. Menurutnya, musim penghujan memang telah dimulai sejak November kemarin. Namun pada pekan ini, intensitas hujan masih berangsur menurun.

"Diperkirakan akhir Desember sampai Februari ini adalah puncak musim penghujan, jadi kita terus siaga sampai dengan Mei 2018 nanti," ujarnya.