Kamis , 07 December 2017, 21:37 WIB

Depok Siapkan Rp 8 Miliar untuk Pendidikan Prasejahtera

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Karta Raharja Ucu
Republika/ Yasin Habibi
Pelajar mengikuti ujian nasional berbasis komputer.  (ilustrasi)
Pelajar mengikuti ujian nasional berbasis komputer. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok bersinergi dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok menyiapkan dana hibah pendidikan sebesar Rp 8 miliar. Dana bantuan sebesar itu untuk siswa prasejahtera tingkat SMP dan SMA/SMK se-Kota Depok, baik negeri maupun swasta.

Subsidi pendidikan untuk siswa prasejahtera tersebut menggunakan anggaran murni BKD Depok. "Kami hanya mengajukan nama peserta yang lolos seleksi. Dari jumlah dana sebesar Rp 8 miliar yang disediakan, sampai akhir tahun ini dana yang sudah dikeluarkan mencapai Rp 3,6 miliar," ujar Kepala Disdik Depok, Mohammad Thamrin di Balai Kota Depok, Kamis (7/12).

Menurut Thamrin, anggaran yang dikeluarkan disesuaikan dengan berkas proposal yang masuk. Minimalnya sesuai dengan persyaratan seperti melampirkan Kartu Keluarga (KK) dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

"Alokasi bantuan yang diberikan kepada para pelajar prasejahtera yang lolos verifikasi administrasi bervariasi. Untuk pelajar SMP sekitar Rp 800 ribu. Sementara pelajar SMA/SMK, karena kebutuhannya lebih banyak, seperti bayar praktikum, ujian, dan sebagainya, sehingga alokasinya juga lebih besar, yaitu sekitar Rp 2 juta," tuturnya.

Menurut Thamrin, pembagian dana hibah tersebut berbasis non-tunai. Setelah proposal yang diseleksi Disdik Depok disetujui BKD Depok, maka pihak sekolah akan menerima uang bantuan tersebut sesuai dengan jumlah pelajar prasejahtera yang diajukan langsung melalui rekening sekolah. Dengan demikian, dapat meminimalisir risiko kehilangan atau penyalahgunaan.

"Semoga dengan adanya dana bantuan ini, siswa prasejahtera yang bersekolah bisa melanjutkan pendidikannya tanpa perlu khawatir mengenai biaya sekolah," harap Thamrin.

Berita Terkait