Jumat , 08 December 2017, 04:07 WIB

Soal Reklamasi, Nelayan ke Anies: Kami akan Terus Melawan

Red: Didi Purwadi
ROL/Havid Al Vizki
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) bersama Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta (KSTJ) bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pada Kamis (7/12). Keduanya meminta untuk menghentikan reklamasi di kawasan Jakarta Utara.

"Kami datang untuk menyampaikan aspirasi dampak reklamasi dan kesengsaraan nelayan. Nelayan sudah disengsarakan selama tiga tahun," kata Ketua Komunitas Nelayan Tradisional (KNT), Iwan Sarmidi di Balaikota DKI Jakarta, Kamis.

Kalau reklamasi di 17 pulau tetap diteruskan, itu sama artinya nelayan dengan sendirinya terusir dari Jakarta. Maka, nelayan tetap akan menolak dan terus melawan. "Kami akan berjuang untuk reklamasi harus dihentikan," kata Iwan.

Deputi Hukum dan Kebijakan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Tigor Gemdita Hutapea, menyampaikan sikap Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta yang menghargai sikap Anies terkait reklamasi. Yang salah satunya sudah dilakukan adalah mencabut Peraturan Daerah (Perda) Reklamasi.

"Dan, ada banyak lagi langkah. Kami harap apa yang kami sampaikan nantinya bisa bermanfaat dan menjadi masukan," kata Igor.

Anies mengatakan menerima aspirasi terkait reklamasi dengan poin-poin utama yang jadi bahan pertimbangan. "Saya sambut baik, mereka ada nelayan, pengacara, ada dari mahasiswa dan civil society. Mereka bergerak lama di sekitar tema reklamasi dan bahannya kaya," kata Gubernur.

Bahan tersebut merupakan bahan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengambil kebijakan. "Kita saat ini sedang dalam fase penyusunan tim yang nanti akan secara khusus fokus penataan kawasan pesisisr Jakarta," kata Anies.

Sumber : Antara