Jumat , 08 December 2017, 09:19 WIB

Al Aqsa Working Group akan Gelar Aksi Damai di Kedubes AS

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Bayu Hermawan
Agung Rajasa/Antara
Aksi unjuk rasa mendukung Palestina (ilustrasi)
Aksi unjuk rasa mendukung Palestina (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel mendapat kecaman dari berbagai pihak. Di Jakarta, kelompok Al Aqsa Working Group akan menggelar aksi unjuk rasa terkait keputusan Trump itu.

Al Aqsa Working Group mengajak seluruh umat Islam Indonesia menolak rencana Presiden Trump yang akan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Dengan melakukan Aksi Damai Darurat Al Quds atau Yerusalem.

Koordinator lapangan Aksi Damai Darurat Al Quds, Agus Sudarmaji mengatakan aksi yang akan dilakukan yaitu longmarch atau jalan bersama dari Kedutaan Besar Palestina dan berakhir di Kedutaan Besar Amerika Serikat. Selain longmarch, aksi damai juga akan diisi dengan taushiyah Ulama, pembacaan sikap dan berdoa bersama, dengan tagging semua tertib-damai.

"Tunjukkan Peduli kita atas urusan Islam dan muslimin, semoga Allah jauhkan kita dari sifat orang-orang yang lalai dan menolong kita untuk menolong Agama-NYA, aamiin," tulis koordinator lapangan Aksi Damai Darurat Al Quds / Yerusalem, Agus Sudarmaji, dalam surat undangan yang diterima Republika.co.id, Jakarta, Jumat (8/12).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Dalam pidato singkatnya di Gedung Putih, Trump meminta deoartemen negara bagian untuk mulai membuat pengaturan dalam memindahkan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Sementata presiden sebelumnya telah membuat janji kampanye besar ini, mereka gagal menyampaikannya. Hari ini, saya menyampaikannya," tegas Trump di Gedung Putih, Washington DC, Rabu (6/12) waktu setempat.