Senin, 13 Ramadhan 1439 / 28 Mei 2018

Senin, 13 Ramadhan 1439 / 28 Mei 2018

Anies ‘Diserbu’ Anak-Anak Turki

Senin 23 April 2018 00:01 WIB

Red: Ratna Puspita

Anies Baswedan

Anies Baswedan

Foto: Republika/Wisnu Aji Prasetiyo
Puluhan anak saat hendak memasuki Museum Hagia Sofia langsung meneriakkan nama Anies.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan "diserbu" anak-anak Turki saat melakukan kunjungan ke Museum Hagia Sofia, Istanbul, Turki, Sabtu (21/4) waktu setempat. Puluhan anak saat hendak memasuki Museum Hagia Sofia tersebut langsung meneriakkan nama Anies.  

Gubernur beserta rombongan kaget dan tersenyum didekati anak-anak tersebut. Mereka menyalami Anies dan meneriakkan gubernur Indonesia serta mengajak untuk berswafoto.

Anies mengaku kaget karena tidak menyangka anak-anak Turki mengenalnya sebagai gubernur.  Bahkan, Anies memberikan kartu nama kepada anak-anak tersebut. "Saya kaget juga anak-anak dari pinggiran Turki, orang-orang Kurdi, tahu saya," kata Anies tertawa.

Selama kunjungan kerja ke Maroko dan Turki, saat berada di dekat keramaian, masyarakat Indonesia yang mengenalnya tanpa sungkan memanggil nama Anies dan minta berfoto. Seperti pada saat Gubernur hendak menunaikan shalat Jumat (20/4) di Masjid Sultan Ayyub. 

Rombongan yang akan berangkat dan pulang dari menunaikan ibadah umrah banyak yang menyalaminya. Di Mesjid Sultan Ayub itu juga, Anies bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan menunaikan shalat Jumat berdampingan di shaf depan.

Selesai shalat Jumat, dia dan Erdogan berjalan masuk ke ruang kecil dekat makam Abu Ayyub al-Anshari. Anies menceritakan, setelah shalat dan memasuki ruang kecil itu, mereka duduk dengan tenang dan khusyuk. 

Lalu, Presiden Erdogan memulai dengan membaca surah Yasin. Setelah itu, beberapa orang imam di ruangan melantunkan ayat suci Alquran secara bergantian selama hampir satu jam.

 

Selesai shalat Jumat, kami berjalan masuk ke ruang kecil dekat Makam Abu Ayyub al-Anshari. Di ruangan itu hanya ada sekitar 20 orang. Presiden Erdogan berada di tengah dan saya duduk di sampingnya. . Di ruang kecil itu, kami duduk dengan tenang dan khusyuk. Lalu Presiden Erdogan memulai dengan membaca Surat Yaasiin dan kami ikut membaca. Setelah itu beberapa orang imam di ruangan melantunkan ayat suci Al-Quran secara bergantian selama hampir satu jam. . Sembari para imam dan qari’ melantukan ayat-ayat suci, seorang imam menunjukkan suatu barang yang dibungkus kain berlapis. Saya perhatikan ada lebih dari 10 lapis kain berwarna hijau dan putih yang dipakai sebagai pembungkus. . Ternyata yang dibungkus itu adalah sebuah botol kecil yang kacanya amat bening dan di dalamnya terlihat sehelai rambut. Botol itu kemudian diletakkan di meja kecil depan Presiden Erdogan, persis di samping tempat saya duduk. . Setelah rangkaian pembacaan Al-Quran itu berakhir, seorang Imam memimpin doa yang diamini oleh semua dan dipungkasi dengan Presiden Erdogan melantunkan Al-Fathihah & beberapa ayat pembuka Al-Baqarah sebagai penanda bahwa dzikir selesai. . Presiden Erdogan lalu memegang botol itu dan menciumnya. Kemudian ia berikan botol itu pada saya. Saya pun menciumnya. Semua masih hening, suasananya menggetarkan. Bulu kuduk terasa berdiri; apapun sebabnya tapi faktanya adalah terasa merinding. . Tahukah apa isinya? Botol yang bening itu menyimpan sehelai rambut dari janggut Rasulullah SAW. Siang itu, kami berdua yang berkesempatan untuk menciumnya. . Sebuah pengalaman luar biasa. Itu semua terjadi tanpa direncanakan; Allah Sang Maha Pengatur mentakdirkan semua itu terjadi di sebuah masjid yang dekat dengan sejarah perjuangan, Masjid Eyup Sultan. . Fabiayyi ‘aalaa’i rabbikumaa tukadzdzibaan... . Atas kebaikan Dubes Turki untuk Indonesia, HE Mehmed Kadri Sander Gurbuz, momen tak terlupakan ini beliau abadikan gambarnya, tepat setelah selesai dzikir. . *ABW

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA