Kamis , 31 March 2016, 06:50 WIB

Kemenhub Bangun Lima Fasilitas Pelabuhan di Sultra

Red: Winda Destiana Putri
Antara
Sebuah kapal sandar di pelabuhan.
Sebuah kapal sandar di pelabuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membangun lima fasilitas pelabuhan untuk mendukung perekonomian di Sulawesi Tenggara (Sultra) ratusan miliar rupiah dengan menggunakan proyek tahun jamak.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub JA Barata melalui siaran pers yang diterima Kamis (31/1) mengatakan lima fasilitas pelabuhan di Sultra yaitu Maligano (Kabupaten Muna), Wanci (Kabupaten Wakatobi), Bungkutoko (Kota Kendari), Molawe (Konawe Utara) dan Kota Baubau.

"Kesemua program pembangunan pelabuhan itu, dalam rangka mendukung konektivitas pembangunan pada sektor transportasi laut yang dapat menggerakkan roda perekonomian di provinsi Sulawesi Tenggara," ujaranya.
 
Pelabuhan Maligano Kabupaten Muna misalnya bermanfaat sebagai prasarana kapal perintis dengan tujuan sebagai pelabuhan pengumpan lokal.
 
Fasilitas dermaga seluas 70 x 8 m2, causeway (jalan lintas) 247 x 6 m2, dan pembangunan fasilitas darat, dibangun pada 2011-2015 dengan nilai investasi kurang lebih Rp2 miliar. Pelabuhan Maliigano dapat disandari kapal hingga 1.000 tonase bobot mati (deadweight tonnage/DWT) dengan Faceline Dermaga-5 mLWS.
 
Sementara Pelabuhan Wanci Kabupaten Wakatobi yang bermanfaat sebagai prasarana kapal perintis pariwisata Kabupaten Wakatobi. Pengembangan fasilitas Pelabuhan Wanci meliputi fasilitas dermaga seluas 70 x 8 m2 dan pembangunan fasilitas darat dengan investasi kurang lebih Rp 21 miliar.
 
Pelabuhan Bungkutoko Kota Kendari bermanfaat bagi pengembangan potensi daerah berupa destinasi wisata bahari dan difungsikan sebagai pelabuhan multifungsi. Pelabuhan tersebut meliputi fasilitas dermaga seluas 188 x 20 m2, dek dermaga (trestle) 206 x 8 m2, jalan lintas 150 x 8 m2, area darat 363 x 200 m2, dan pembangunan fasilitas darat.
 
Pelabuhan tersebut dibangun dengan nilai investasi kurang lebih Rp211 miliar dalam kurun waktu tahun 2009-2016.
Pelabuhan Molawe Kabupaten Molawe memiliki manfaat sebagai prasarana kapal perintis yang melintasi Sulawesi Tenggara. Pembangunan Pelabuhan Molawe meliputi pembangunan dermaga seluas 70 x 8 m2, trestke 29,5 x 8 m2, dan pembangunan fasilitas darat dengan anggaran seluruhnya Rp 29 miliar lebih.
 
Sedangkan pelabuhan Baubau yang dibangun sejak tahun 2008-2015 dengan nilai investasi Rp268 miliar, memiliki dermaga A seluas 100 x 10 m2 dan dermaga B seluas 50 x 10 m2. Selain itu, terdapat pembangunan dermaga penumpang seluas 160 x 12 m2, dermaga container 180 x 15 m2 dan lapangan penumpukan seluas 20.661 m2 dengan terminal penumpang seluas 780 m2.
 
Keberadaan lima pelabuhan tersebut diharapkan menjadi penghubung masyarakat di sekitar Provinsi Sulawesi Tenggara dan sekitarnya agar menumbuhkan perekonomian dan menekan disparitas harga antar daerah. sekaligus diharapkan dapat mendorong pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk menyediakan sarana angkutan laut yang memudahkan angkutan penumpang dan barang.
 
"Harapan pemerintah dengan pelabuhan itu meningkatkan konektivitas sebagai upaya mempersatukan Indonesia yang beraneka ragam, suku, budaya, dan bahasa. Sesuai dengan Nawa Cita pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah daerah dan desa dengan kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar JA Barata.
Sumber : Antara