Kamis , 31 Maret 2016, 14:51 WIB

Besok, Tarif Angkutan Umum Turun Tiga Persen

Rep: Muhammad Nursyamsyi / Red: Angga Indrawan
ROL/Andi M Arief
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengatakan, penurunan bahan bakar minyak (BBM)  jenis premium dan solar sebesar Rp 500 per liter akan diikuti pada turunnya tarif transportasi dalam waktu dekat.

"Kurang lebih tiga persen ya, memang implementasi formulasi ini tadi malam sama hari ini lagi dibikin," ujarnya di Kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (31/3).

Dengan begitu, ia mengatakan, ada penurunan sebesar 2,5 persen atau 3,5 persen, sedang dikaji secara komprehensif. Ia mencontohkan, semisal tarif Metromini diturunkan tiga persen dari harga biasanya Rp 4 ribu adalah Rp 120. Ini justru akan menyulitkan pada penerapannya di lapangan.

"Oke lah (misalnya) dibikin Rp 150, lah kalau orang bayar Rp 4 ribu terus kembali Rp 150 itu sulit ya. Menurut saya sulit, makanya dicari formulasi. gak usah begitu lah, Rp 100, kembalian Rp 100 saja susah praktiknya, betul enggak?" tanyanya.

Oleh karenanya, Kemenhub sedang membuat formulasi dengan melibatkan Organda agar penerapannya dapat lebih efektif nantinya. "Kalau misalnya begitu ya ditabung nih, nanti kalau ada tarif naik dia (tarif) mungkin enggak naik, atau naiknya disesuaikan kan bisa, janjian. Kita nanti jelaskan ke masyarakat, ini lagi diskusi formulasi," lanjutnya.

Jonan menambahkan, penerapan penurunan tarif lebih bisa dilakukan untuk perjalanan jarak jauh. Semisal, bus AKAP Jakarta-Cirebon, apabila harga biasanya Rp 50 ribu maka penurunan 3 persen yang sebesar Rp 1.500 sangat bisa dilakukan. Begitu pun dengan tarif kereta api kelas ekonomi.

"Kalau kereta api itu komponen bahan bakar kira-kira 19,8 persen, anggaplah 20 persen. Jadi kalau pakai solar, solarnya turun 9 persen, dia turun 1,8 persen atau 2 persen. Dua persen signifikan, misalnya Jakarta-Surabaya maksimum Rp 100 ribu jadi Rp 98 ribu, misalnya begitu, tergantung implementasi," ungkap dia.

Penurunan tarif juga menyasar pada sektor lain seperti penyeberangan, yang akan ia katakan akan mengevaluasi kapal laut. "Kalau pesawat udara enggak, karena enggak pakai, belum, solar," sambung Jonan.

Jonan menegaskan, penurunan tarif akan dilakukan secepatnya. Saat ini pihaknya sedang menggodok matang-matang sebelum diumumkan kepada publik. "Ini sebentar lagi harus turun, hari ini, paling lambat besok pagi sudah ada keputusan. Penerapannya langsung sebisa mungkin," kayanya menambahkan.

Berita Terkait