Jumat , 04 November 2016, 18:14 WIB

Asosiasi Kebun Binatang Jalin Kerja Sama Lestarikan Satwa Liar

Red: Dwi Murdaningsih
TSI
MOU antara Kebun Binatang Jepang dengan South East Asian Zoos Association.
MOU antara Kebun Binatang Jepang dengan South East Asian Zoos Association.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pelestasrian hewan-hewan liar terus dilakukan oleh berbagai kalangan. Termasuk oleh asosiasi kebun binatang se ASEAN (SEAZA). Dalam serangkaian kegiatan SEAZA Conference yang berlangsung di Safari Garden Hotel, ditandatangani nota kesepahaman antara Japanese Association of Zoos and Aquarium yang berkedudukan di Taito-ku Tokyo Jepang dengan Souht Asian Zoos Association (SEAZA).

Penandatanganan nota kesepakatan ini dilaksanakan pada Kamis (3/11) yang ditandatangani oleh Yutaka Fukuda bersama dengan Phan Viet Lam selaku President SEAZA. Hadir dalam penandatangan MOU Jansen Manansang MS.c yang juga Direktur Taman Safari Indonesia sebagai salah satu anggota SEAZA serta beberapa anggota SEAZA lainnya.

"Kerjasama ini menyangkut animal welfare and etic, education program dan beberapa hal lainnya.," ujar Jansen, melalui siaran pers.

Taman Safari Indonesia (TSI) yang juga anggota SEAZA kembali menjadi tuan rumah Konferensi Kabun Binatang se-Asia Tenggara tersebut setelah pertama kali digelar di TSI pada 1990 silam. Tahun ini, tema konferensi yakni 'Membentuk Masa Depan Kebun Binatang Kita'.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dahono Adji mengatakan lembaga konservasi seperti taman safari, kebun binatang, dan aquaria dinilai memainkan peranan penting dalam konservasi satwa liar eks situ dan mendukung ke in situ. Sebagai contoh konservasi satwa liar yang baik, seperti yang baik, seperti Rumah Sakit Gajah Sumatera Prof. Dr. Ir. H. Rubini Atmawidjaya di Pusat Konservasi Gajah Way Kambas dan Klinik Gajah Sumatra, misalnya. Keduanya turut didirikan TSI bekerjasama dengan berbagai pihak.