Ahad , 24 September 2017, 18:41 WIB

Waduk Jatigede akan Dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih
Antara/Dedhez Anggara
Perahu melintas di atas permukaan air waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (16/9).
Perahu melintas di atas permukaan air waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (16/9).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Pemprov Jabar menegaskan di kawasan Waduk Jatigede dilarang ada keramba terapung. Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Waduk Jatigede direncakan akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan mengembangkan berbagai potensi kepariwisataan. Nantinya, di lokasi tersebut akan ada pembenahan lokasi-lokasi, serta pengembangan wisata kuliner ikan khas Jatigede.

"Saat ini sedang dirancang spot-spotnya, ini akan menjadi daerah yang sangat menarik, kita manfaatkan sisi pariwisatanya," ujar Heryawan yang akrab disapa Aher akhir pekan lalu.

Menurut Aher, tak boleh ada keramba terapung di kawasan Waduk Jatigede karena khawatir air akan tercemari. Masyarakat sekitar, bisa memanfaatkan ikan yang ada di waduk dengan menangkapnya.

"Dengan dijadikan KEK ini, maka ke depan akan muncul ekonomi rakyat yang bebasis ikan dan pariwisata," katanya.

Aher mengatakan, untuk mempertahankan ekosistem ikan di Waduk Jatigede, ia kembali melakukan 'restocking,' atau penebaran benih ikan, tepatnya di kawasan Kampung Cibungur, Desa Sukaratu, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, belum lama ini.

Aher, pada kesempatan itu menanam sebanyak 4,2 juta ekor. Sebelumnya, ia sudah menanam beberapa kali, secara bertahap hingga 23 jutaan ekor. "Jadi sampai saat ini kita sudah menanam ikan di Jatigede sebanyak 27,2 juta ekor," katanya.

Aher mengungkapkan, Pemprov Jabar akan terus menambah jumlah benih ikan di Jatigede sampai di angka 30 juta ekor. Disamping secara alamiah pun, ikan yang ditanam akan tumbuh dan berkembang biak.

Waduk Jatigede, kata dia, sebenarnya sekarang sudah punya manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Yakni, warga memiliki mata pencarian yang baru yaitu menangkap ikan, kini pun banyak bermunculan rumah makan ikan di sekitaran Jatigede.

"Intinya keramba tidak diperbolehkan, yang ada biar kami yang lakukan restocking ikan, ikan pun beranak Pinak terus, jadi Insya Allah tidak akan habis," katanya.




TAG

Berita Terkait