Selasa , 26 September 2017, 18:39 WIB

Pembangunan Infrastruktur Diharapkan Dorong Ekonomi Jabar

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Prayogi
Pertumbuhan ekonomi (ilustrasi)
Pertumbuhan ekonomi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Wiwiek Sisto Widayat mengharapkan pembangunan infrastruktur bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. Hal itu ia harapkan setelah Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia (RAKORPUSDA) di Hotel InterContinental Bandung Dago Pakar, Jawa Barat besok (27/9).

Dia mengatakan saat ini pertumbuhan ekonomi Jabar pada 2017 sudah mulai terlihat. "Pertumbuhan ekonomi Jabar triwulan satu tahun ini 5,28 persen lalu triwulan kedua 5,29 persen," kata Wiwiek di Hotel di Hotel InterContinental Bandung Dago Pakar, Jawa Barat, Selasa (26/9).

Dengan perbaikan infrasstruktur di Jawa Barat, Wiwiek mengharapkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut lebih kuat lagi. Terutama di wilayah selatan yang masih tertinggal dibandingkan utara Jawa Barat untuk tahun-tahun selanjutnya.

Jika hal itu terwujud, Wiwiek merasa akan memberikan dampak besar juga untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Kita semua ingin melihat Jabar yang dekat dengan Jakarta memiliki juga kontribusi yang lebih besar lagi bagi Indonesia," kata  Wiwiek.

Dia menambahkan, wilayah selatan Jawa Barat lebih tertinggal dibandingkan utara karena faktor alam yang berbeda. Wilayah selatan Jawa Barat, kata dia, sektor pertanian dan sebagainya menjadi yang paling diandalkan. Berbeda dengan wilayah utara Jawa Barat yang berkembang sektor industrinya.

Dengan keadaan tersebut, Wiwiek mengatakan pertumbuhan ekonomi jelas akan berbeda dibandingkan wilayah utara Jawa Barat. "Pertanian itu tidak bisa dipacu dengan cepat. Jalan atau infrastruktur yang menghubungkan masih sangat sulit," kata Wiwiek.

Meskipun begitu, ia menilai jika pembangunan infrastruktur bisa terus dikembangkan maka akan membuat wilayah selatan Jawa Barat lebih berkembang. Hanya saja, Wiwiek menegaskan untuk membangun wilayah tersebut butuh kehatian-hatian.

"Kami melakukan beberapa diskusi dengan pakar, ini (wilayah selatan Jawa Barat) kan daerah yang hutannya harus diperbaiki dengan baik. Jadi selatan ini tidak bisa dibangun seperti utara yang memang daerah industri," ujar Wiwiek.

Kendati demikian, Wiwiek tetap yakin sektor pertanian, perikanan, kehutanan bahkan sampai ke pariwisata di selatan Jawa Barat sangat potensial. Untuk itu, ia mengharapkan pembangunan infrastruktur terutama akses jalan bisa lebih dikembangkan lagi.