Rabu , 15 Februari 2017, 16:13 WIB

Deddy Mizwar: Partisipasi Pilkada Bekasi di Bawah 60 Persen

Rep: Kabul Astuti/ Red: Ani Nursalikah
Republika/Edi Yusuf
Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar. (Republika/Edi Yusuf)
Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar. (Republika/Edi Yusuf)

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengunjungi beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ia menyebut partisipasi masyarakat dalam Pilkada Kabupaten Bekasi 2017 rendah.

Deddy Mizwar bersama rombongan Pemprov Jawa Barat mengunjungi TPS 24 Perum Grand Cikarang City Cikarang Utara, TPS 27 Perum Taman Aster Kelurahan Telaga Asih Cikarang Barat, dan TPS 2 Dusun Buaran RT 001/RW 002 Desa Lambang Sari, Tambun Selatan. Kunjungan diawali dari kantor KPU Kabupaten Bekasi pukul 09.00 WIB.

Usai mengunjungi ketiga TPS itu, Deddy mengatakan suasana pemungutan suara berlangsung lancar dan tertib. Lokasi pemungutan suara memadai. Kendati demikian, Deddy pesimistis partisipasi masyarakat Kabupaten Bekasi mampu mencapai 77,5 persen sesuai target penyelenggara pilkada.

"Kondusif. Suasananya lancar, tertib, aman. Kita arahkan partisipasinya sebenarnya harus lebih besar, ini agaknya di bawah 60 persen," ujar Deddy Mizwar dalam kunjungan di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/2).

Menurut Deddy, partisipasi warga diperkirakan tidak lebih dari 60 persen. Lanjut dia, harus diteliti lebih lanjut mengenai penyebab rendahnya partisipasi masyarakat Kabupaten Bekasi ini. Ia mengingatkan semua pasangan calon (paslon) Pilkada Kab Bekasi harus siap menang dan siap kalah.

Warga menemukan dugaan politik uang yang dilakukan beberapa paslon. Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Jawa Barat menyerahkan prosesnya kepada Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dari Panwaslu Kabupaten Bekasi.

Sejumlah lokasi TPS di Kecamatan Muaragembong juga harus dipindah ke tempat lain lantaran terendam banjir. Namun, Deddy menyatakan, kondisi di lapangan dan jumlah TPS yang dipindah tidak signifikan sehingga tidak mempengaruhi kelancaran penyelenggaraan pilkada.

"Ada empat TPS dipindah di Bekasi, tapi tetap berlangsung. Tidak menghambat terjadinya proses pilkada karena jumlahnya kan tidak signifikan. Hak pilihnya harus diberikan. Jadi TPS harus dipindah ke tempat yang aman, jangan sampai kebanjiran," kata Deddy.