Jumat , 21 April 2017, 14:34 WIB

HNW Buka Kemungkinan PKS-Gerindra Langgeng Hingga Pilkada 2018

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Angga Indrawan
ROL/Fian Firatmaja
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyebut kemenangan pasangan Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta menjadi modal bagi PKS untuk menatap Pilkada 2018. Menurutnya, duet PKS dan Gerindra yang sukses dalam Pilkada DKI juga akan dikembangkan untuk Pilkada di daerah lain.

"PKS kayanya duet dengan Gerindra akan berkelanjutan untuk di tempat-tempat lain sekalipun prosesnya bisa dibicarakan lagi," kata Hidayat di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (21/4).

Menurutnya, duet PKS-Gerindra yang sukses di DKI Jakarta juga menunjukan bahwa bisa memenangkan calon kepala daerah tanpa modal yang besar. Selain itu juga mampu menunjukkan bahwa rakyat bisa mengalahkan intimidasi politik, politik uang dan iming-iming politik.

Hal ini pula menurut Hidayat dapat diterapkan ke Pilkada 2018 yang berlangsung pada Juni 2018 dan diikuti beberapa Pilgub besar seperti Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah, NTB dan Sumatra Utara.

"Kami berharap karenanya modal ini bisa dikembangkan ke daerah-daerah lain di 2018 karena ada pilkada yang lebih masif lagi di provinsi-provinsi yang lebih penting lagi Jabar, Jatim, Jateng, NTB, Sumut. Karenanya ketika banyak orang sebut Indonesia dikuasai pemodal cukong, Jakarta mengoreksi itu," katanya.

Diketahui, Pilkada serentak 2018 akan berlangsung pada Juni 2018 dan akan diikuti 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten.