Senin , 17 Juli 2017, 23:18 WIB

Bacabup Cirebon Ang Ing akan Bangun Desa Ekonomi di Cirebon

Red: Karta Raharja Ucu
dokpri
Ang In (kedua dari kiri) berfoto bersama dengan sejumlah perajin tape.
Ang In (kedua dari kiri) berfoto bersama dengan sejumlah perajin tape.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Guna menjaring aspirasi dan lebih dekat dengan masyarakat, bakal calon bupati Kabupaten Cirebon, Nasihin blusukan ke sejumlah wilayah Kota Udang tersebut, Senin (17/7). Dalam blusukan tersebut, Nasihin mengunjungi sejumlah pengusaha kecil.

Ang Iing, panggilan akrab Nasihin menemui perajin pandai besi di Jemaras Kidul, perajin tape ketan di Bakung, dan perajin mainan anak-anak di Jemaras Kidul. Ang Iing juga melihat pembuangan sampah dan tinja di Cangkring.

Selain itu, pria asli Cirebon itu juga bersilaturahim dengan Mamae Titin (85 tahun), sejarawan dan seniman legendaris Cirebon. Ang Iing menyebut, blusukan itu digelar untuk mendengarkan saran dan pendapat dari berbagai kalangan.

Soal UMKM, Ang Iing mendapati kondisi pandai besi yang sedang menghadapi penurunan pesanan dan penurunan produksi. Produk mereka adalah cangkul, arit, parang, pisau, miniatur untuk buah tangan, dan beragam produk pendukung untuk furnitur.

Menurut mantan pimpinan redaksi Republika ini, ada beberapa faktor penyebab kemerosotan para pandai besi. Pertama, merosotnya industri rotan Jatiwangi berdampak langsung terhadap mereka. "Selama ini mereka menjadi industri pendukung industri rotan," ucap dia.

Kedua, lanjut Ang Iing, tiadanya pesanan dari pemerintah pusat yang biasanya sering membeli produk mereka. "Ketiga, bangkrutnya mitra mereka yang membeli produk mereka. Keempat, kalah bersaing dengan cangkul produk industri maupun produk impor," ujar Ang Iing.

Ia menilai, tape ketan dari Bakung dan Cangkring lebih lezat dibandingkan dengan rasa tape ketan dari daerah lain. Manisnya lebih pas dan aroma yang lebih wangi. Karena itu tape ketan dari Bakung dan Cangkring ke depan akan lebih berkembang. "Semua pihak di Cirebon harus mendukung mereka," kata dia.

Alumnus Prodi Sosiologi Universitas Soedirman (Unsoed) Purwokerto itu menyerukan tagline "Cirebon Beli Cirebon". Hal itu, kata dia, untuk mendukung produk UMKM dari Kabupaten Cirebon. "Pemerintah dan masyarakat harus bahu membahu," kata pria yang sudah menggeluti dunia wartawan sejak 1992 itu.

Lebih jauh bacabup Cirebon dari Partai Gerindra itu menilai, UMKM memiliki peran sentral dalam ekonomi masyarakat. Pertama, jumlahnya besar. Kedua, menciptakan efek berantai terhadap ekonomi masyarakat sekitar.

Ketiga, menyerap tenaga kerja yang besar. Keempat, terbukti paling tangguh dalam menghadapi guncangan ekonomi. Kelima, menciptakan keadilan dan pemerataan ekonomi yang nyata dan paling sesuai dengan semangat Pancasila dan UUD 1945. "Karena itu pemerintah harus memberikan insentif khusus bagi berkembangnya UMKM," imbuh Ang Iing.

Penulis buku Perjuangan Melawan Kalah ini menilai, jenis UMKM selalu menjadi warna tersendiri di setiap komunitas masyarakat sehingga akan lebih berdaya tahan. Tiap desa memiliki jenis dan produk yang saling melengkapi.

"Ke depan," kata Ang Iing, "Kabupaten Cirebon akan menguatkan konsentrasi jenis-jenis produk UMKM dengan dukungan pemerintah melalui dukungan modal, pelatihan, pembinaan, promosi, dan pemasaran. Dengan demikian tiap desa akan menjadi sentra-sentra ekonomi. Menjadi Desa Ekonomi sesuai dengan jenis dan produknya."