Rabu , 16 August 2017, 07:20 WIB

Elektabilitas Berubah Jika Ridwan Kamil Gandeng Bima Arya

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Bilal Ramadhan
Antara/Arif Firmansyah
Walikota Bogor Bima Arya (kedua kanan) berlari bersama petugas penjaga taman saat Tes Kebugaran Fisik PNS Bogor di Taman Sempur, Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/5).
Walikota Bogor Bima Arya (kedua kanan) berlari bersama petugas penjaga taman saat Tes Kebugaran Fisik PNS Bogor di Taman Sempur, Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bakal Calon Gubernur Jawa Barat, Dedy Mizwar, masih berada di peringkat atas untuk tingkat popularitas dan tingkat elektabilitas. Sementara, Ridwan Kamil yang berada di posisi kedua, digadang-gadang akan gandeng Wali Kota Bogor, Arya Bima dirasa memungkinkan untuk tingkatkan elektabilitas.

Ketua Pengurus Pusat Majelis Pengurus Pusat (MPP) Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Bidang Hubungan Luar Negeri, Andi Faisal Bakti, mengatakan mengatakan kemungkinan peningkatan popularitas dan elektabilitas masih sangat memungkinkan terjadi.

"Berdasarkan survey kami tentang  bakal Cagub Jawa Barat periode  2018-2023, Deddy Mizwar menempati urutan pertama dengan 54,8 persen dan urutan kedua Ridwan Kamil dengan 47,8 persen. Jika Kang Emil gaet Bima Arya, nanti masih mungkin terjadi perubahan posisi ini," kata dia saat dihubungi Republika.co.id via telepon, Selasa (15/8) sore.

Menurut Andi, semua masih mungkin terjadi karena survei yang mereka lakukan adalah survey antara 10 Juli hingga 14 Agustus 2017. Survei dilaksanakan secara online di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Proses pemilihan responden, melalui online dengan teknik mengambil nomer whatsapp seseorang secara random.

"Responden dari berbagai latar belakang pekerjaan seperti, PNS, petani/nelayan, pegawai swasta, wiraswasta, tokoh agama/tokoh masyarakat, politisi, pelajar/mahasiswa, kemudian menyebar ke responden lain nya sampai sejumlah 1.614 responden," jelas Andi.

Hasil survei yang dilakukan dalam rangka kepedulian pengembangan demokrasi di Indonesia itu, tidak dimaksudkan mengambil kesimpulan secara menyeluruh dan final tentang sikap masyarakat Jawa Barat tentang bakal calon gubernur. Namun, hanya untuk mendeskripsikan sikap sementara dari responden sebanyak 1.614 terhadap bakal cagub.

"Karena itu, survei lebih bersifat grounded research langsung dari lapangan. Nama-nama bakal Cagub diambil sebanyak 14 nama, dari nama-nama yang beredar di media massa dan obrolan di masyarakat yang digadang-gadang sebagai cagub," papar Andi.

Berikut adalah hasil tingkat popularitas menurut MPP ADI, dari 1.614 responden.
1. Deddy Mizwar = 885 (54,8 persen)
2. M. Ridwan Kamil =  772 (47,8 persen)
3. Dedi Mulyadi = 688 (42,6 persen)
4. Dede Yusuf = 659 (40,8 persen)
5. Dessy Ratnasari = 591 (36,6 perseni)
6. Dr. Netty Prasetiyani Heryawan = 432 (26,8 persen)
 
Dan berikut ini, hasil tingkat elektabilitas menurut MPP ADI, dari 1.614 responden.
1. Deddy Mizwar = 355 (22 persen)
2. M. Ridwan Kamil =  274 (17 persen)
3. Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, MS = 271 (16,8 persen)
4. Dr. Iwa Karniwa = 191 (11,8 persen)
5. Dedi Mulyadi = 179 (11,1 persen)