Rabu , 23 August 2017, 07:22 WIB

Dedi Mulyadi Tanggapi Dingin Soal Usulan Nusron Wahid

Red: Bilal Ramadhan
Yogi Ardhi/Republika
Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi akan meningkatkan elektabilitas personal setelah sebelumnya berhasil meningkatkan elektabilitas Partai Golkar di Jawa Barat yang menempati posisi tertinggi.

"Saya patuh dan siap mengamankan keputusan Partai Golkar secara kelembagaan. Tetapi tentu saja bukan keputusan perorangan. Niatnya harus berangkat dari penguatan kelembagaan partai, bukan niat perorangan," katanya, dalam siaran pers yang diterima di Purwakarta, Selasa (22/8).

Terkait pernyataan Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Wilayah Jawa dan Sumatera, Nusron Wahid yang menyebutkan Golkar masih membuka pintu bagi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk ditetapkan menjadi calon Gubernur Jawa Barat dari Golkar, Dedi menanggapi dingin pernyataan itu.

Ia mengatakan, pernyataan yang dilontarkan Nusron merupakan suplemen bagi dirinya untuk meningkatkan angka popularitas dan elektabilitasnya menjelang pemilihan Gubernur Jawa Barat pada Juni 2018 mendatang.

Fokusnya, kata dia, selama ini tinggal meningkatkan elektabilitas personal, setelah sebelumnya berhasil meningkatkan elektabilitas Partai Golkar di Jawa Barat yang menempati posisi tertinggi. "Saya justru terima kasih kepada pak Nusron, karena pernyataan beliau saya dibicarakan banyak orang. Saya menganggap itu suplemen untuk terus bekerja," kata dia.

Sebagai kader, Dedi mengaku patuh terhadap apapun keputusan DPP Partai Golkar dalam konteks Pilgub Jawa Barat 2018. Terpentin, keputusan tersebut merupakan keputusan organisasi bukan keputusan perorangan.

Sementara itu, sehari sebelumnya Senin (21/8), Ketua Bidang Eksekutif, Legislatif dan Pemenangan Pilkada DPP Partai Golkar Yahya Zaini menganggap pernyataan Nusron Wahid sebagai pendapat perorangan. Pada prinsipnya, DPP Partai Golkar akan tetap merekomendasikan Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2018.

Prestasi Dedi yang berhasil menjadikan Partai Golkar di Jawa Barat leading dalam survei menjadi pertimbangan utama DPP Partai Golkar untuk memberikan rekomendasi tersebut. Ke depan, tinggal dibangun skema koalisi untuk pemenangan Pilgub Jabar 2018.

Sumber : Antara