Senin , 25 September 2017, 17:45 WIB
Partai Dukung Ridwan Kamil

Ribuan Kader Golkar Kembalikan Kartu Anggota

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto
Republika/Mardiah
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (kiri) dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kanan)
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (kiri) dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG -- Kemunculan surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang mendukung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Jawa Barat 2018, diprotes ribuan kader Partai Golkar Kabupaten Bandung. Mereka menyatakan penolakan dengan cara mengembalikan kartu keanggotaan ke DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Sugianto mengatakan, adanya SK bodong tersebut menganggu ketenangan kader Partai Golkar Kabupaten Bandung. Terlebih sosok Dedi Mulyadi yang digadang-gadang sebagai calon gubernur memiliki kinerja dan karya yang memuaskan.

Selain itu, katanya, dalam menentukan calon kepala daerah ada tahapan yang harus ditempuh terlebih dulu, termasuk di pengurus kecamatan melalui Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda). "Selama ini (Dedi Mulyadi) mampu merangkul semua komponen dan elemen masyarakat. Selain itu, kami punya kader yang sejati untuk memimpin Jabar, memiliki kemampuan dan pengalaman," katanya, Senin (25/9).

Menurutnya, pihaknya terus menerima aspirasi dari kader termasuk mempertanyakan tidak adanya nama Dedi Muyadi dalam penetapan calon gubernur Jabar. "Hari ini puncaknya para kader menyerahkan kartu anggota mereka, apabila nanti Kang Dedi gagal dicalonkan dalam pilkada," katanya.

Pihaknya juga akan menyampaikan kepada DPD Golkar Jabar. Selain itu, pihak-pihak yang berkepentingan di Partai Golkar diharapkan tidak gegabah dalam mengeluarkan keputusan. Sebab, ada mekanisme yang harus dilalui dan dijalankan.

"Kita harus bangga munculnya Kang Dedi, yang mampu mendinamisasi Golkar Jabar, mengonsolidasikan, dan silaturahim yang dibangun oleh seluruh tokoh Jabar sangat baik," katanya.

Terkait beredarnya SK penetapan tersebut, katanya, ini masih menjadi spekulasi apakah muncul dari internal atau dari luar patai. "Bisa saja dengan kecanggihan media saat ini, bisa muncul dari luar. Dengan tujuan, bagaimana memecah belah Golkar Jabar," katanya.

Sugianto menegaskan, Golkar Jabar dan Kabupaten Bandung tetap bersatu untuk mengusung dan memenangkan Dedi Mulyadi. Berdasarkan hitungan sejak Kamis (21/9) hingga Senin (25/9) sekitar 1.500 kader yang mengembalikan kartu keanggotaan mereka.