Selasa , 03 October 2017, 19:52 WIB

Dedi Mulyadi Optimistis Berkoalisi dengan PDIP dan Hanura

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andi Nur Aminah
Republika/Iman Firmansyah
Bupati Purwakarta yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah)
Bupati Purwakarta yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Dedi Mulyadi menyebutkan, PDIP dan Hanura merupakan partai yang sudah intens berkomunikasi dengannya. Karena itu, dua partai tersebutlah yang ia ajak untuk berkoalisi.

"Pertama yang intens bicara sampai saat ini kan PDIP, kedua dengan partai Hanura. Kalau dengan Hanura kan menggenapkan menjadi 20 kursi, kalau ditambah PDIP jadi 40 kursi," ungkap Dedi melalui sambungan telepon kepada Republika.co.id, Selasa (3/10).

Ia opitimistis kedua partai itu dapat berkoalisi dengannya untuk maju ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2018 mendatang. Komunikasi dengan PDIP, kata Dedi, berjalan baik selama ini. "Kita sudah sampai tingkat penyebutan nama-nama pasangan, tapi itu kan nanti menunggu keputusan ibu Ketua Umum," kata dia.

Hubungannya dengan Hanura, lanjut Dedi, juga sudah baik karena Hanura merupakan salah satu mitra koalisi Partai Golkar. Dedi merasa, dengan dua partai tersebut sudah cukup untuk membangun koalisi. Meskipun ia juga mengakui tidak menutup kemungkinan bergabungnya partai lain. "Dua partai itu sudah cukup sih, sudah lebih. Tapi ya kalau dalam politik kita juga terbuka koalisi dengan partai lain," terang Dedi.

Menurut dia, ada banyak potensi bergabungnya partai lain ke dalam koalisinya. Partai Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) disebut Dedi sebagai bagian dari potensi itu. "Kan banyak potensi-potensi itu. Cuma, yang sudah intens melakukan rapat itu dengan PDIP dan Hanura," ujar Dedi.



Berita Terkait