Selasa , 10 October 2017, 21:14 WIB

Pakar: Cagub Jabar Harus Memiliki Citra Religius

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Republika/ Wihdan Hidayat
 Ustaz Abdullah Gymnatsiar (Aa Gym).
Ustaz Abdullah Gymnatsiar (Aa Gym).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Karakteristik pemilih Jabar yang terkenal religius menjadi faktor penting yang harus diperhatikan partai politik jika ingin memenangkan Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Selain mengedepankan popularitas, rekam jejak, dan kompetensi, maka kandidat yang akan diusung pun harus memiliki citra agamis yang kental.

Menurut pakar politik dan pemerintahan Universitas Padjajaran Bandung, Firman Manan, menilai, pemilihan kandidat yang religius menjadi sangat penting untuk menarik simpati pemilih di Jabar. Selain terkenal religi, warga Jawa Barat pun tegolong sebagai pemilih tradisional sehingga tidak terlalu mengedepankan rekam jejak dalam memilih politisi.

"Jadi yang menjadi pertimbangan utama pemilih itu bukan rekam jejak, tapi apakah dia (calonnya) agamis atau tidak," ujar Firman kepada wartawan di Bandung, Selasa (10/10).

Hal ini, menurut Firman, terbukti pada Pilgub Jabar 2008 dan 2013 yang dimenangkan Ahmad Heryawan. "Saat itu Ahmad Heryawan cukup mewakili sebagai calon yang religius," kata Firman.

Firman mengatakan, jika melihat sosok yang muncul saat ini, tidak ada calon gubernur yang identik dengan citra agamis. "Saya rasa semua cagub identik sebagai sosok nasionalis," katanya.

Berbeda dengan calon gubernur, kata dia, terdapat beberapa nama calon wakil gubernur yang identik dengan citra agamis dan populer. "Ada Aa Gym. Saya rasa beliau sangat populer dan pastinya identik sebagai sosok yang agamis," katanya.

Hal ini pun, kata dia, diperkuat oleh hasil survei terbaru yang menyebut Aa Gym sebagai calon wakil gubernur yang paling banyak dipilih responden karena memiliki citra agamis. Oleh karena itu, jika ingin menang, partai harus mengusung calon gubernur-wakil gubernur yang saling melengkapi yakni yang memiliki popularitas, rekam jejak dan kompetensi yang baik, serta citra agamis.

"Cagubnya yang rekam jejaknya bagus, dilengkapi oleh cawagub yang religius," katanya. Sebagai contoh, Firman menyebut, Ridwan Kamil (Emil) harus berpasangan dengan calon wakil gubernur yang agamis.

Saat ini, sosok calon pendamping Emil yang ideal ada pada diri Aa Gym. Selain agamis, Aa Gym pun sangat populer. "Tapi saya rasa peluangnya kecil," katanya.

Hal ini, kata dia, karena hingga saat ini Aa Gym belum menunjukkan niatnya untuk maju dalam ajang tersebut. Selain itu, jika melihat kedekatan politik, Aa Gym kecil kemungkinan untuk mau bersanding dengan Emil. "Kalau kita lihat, jejaring Aa Gym lebih dekat ke Gerindra dan PKS. Kalau ke Kang Emil enggak akan masuk, karena political chemistry-nya enggak masuk ke partai pengusung," katanya.

Dengan begitu, sosok calon wakil gubernur yang memiliki peluang besar untuk berpasangan dengan Emil adalah kader PPP dan PKB. Sebagai partai yang berbasis pemilih Islam, partai tersebut memiliki kader yang populer dan agamis. "Di PPP ada Pak Uu, di PKB ada Pak Huda. Kalau dengan kader Golkar, saya rasa tidak ada sosok yang identik agamis di Golkar," katanya.

Berita Terkait