Kamis , 12 Oktober 2017, 03:21 WIB

Survei Indikator, Puti: Angin Segar Bagi PDIP

Rep: Kabul Astuti/ Red: Agus Yulianto
Mahmud Muhyidin
Politisi PDIP Puti Guntur Soekarno
Politisi PDIP Puti Guntur Soekarno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis temuan yang menunjukkan tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap Presiden Jokowi berkisar 68 persen. Politisi PDIP, Puti Guntur Soekarnoputra mengatakan, hasil survei ini menjadi suatu angin segar bagi PDIP dan partai-partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK.

"Ini tentu suatu angin segar yang menggembirakan bagi kami PDIP dan partai-partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK. Jokowi sudah membuktikan mendapat tingkat kepercayaan dari masyarakat sampai 68 persen," kata Puti di Kantor Indikator Jalan Cikini V, Jakarta Pusat, Rabu (11/10).

Puti mengatakan Jokowi sangat berkomitmen mengeksekusi seluruh program-program kerjanya dalam berbagai bidang. Pencapaian Jokowi dalam program infrastruktur mendapat apresiasi paling tinggi, seperti pembangunan jalan umum dan keberpihakan terhadap pembangunan Indonesia timur. Begitu pula, di bidang kesehatan, pendidikan, dan sertifikasi tanah.

Puti meyakini temuan ini menjadi salah satu indikator bahwa masyarakat masih yakin Jokowi bisa menjadi pemimpin yang diharapkan. Menurutnya, tingkat kepercayaan masyarakat tidak hanya dalam hal kinerja saja, tapi juga performa dan identitas ideologi Jokowi. Ia berharap pada 2017 nanti angka kepuasan publik bisa meningkat sampai 70 persen.

Puti mengakui pemerintahan Jokowi-JK masih mempunyai kelemahan dalam bidang ekonomi. Namun, menurut dia masih pada level yang cukup aman. Dalam isu penurunan daya beli misalnya, Puti menyebut fenomena tersebut terjadi karena adanya pergeseran tren dari jual beli konvensional menjadi e-commerce.

Hal itu bisa dilihat dari peningkatan jasa kurir dan meningkatnya jumlah transaksi online. Puti menambahkan, kalangan menengah atas saat ini juga banyak melakukan saving atau menabung. "Pembangunan ekonomi sampai saat ini masih berada di posisi cukup aman," kata Puti.

Survei Indikator Politik Indonesia menyebutkan, kinerja Jokowi dalam mengatasi kemiskinan, pengangguran, penyediaan lapangan kerja, dan pemenuhan kebutuhan pokok masih jeblok. Membantah temuan itu, Puti mengatakan, bahwa masalah-masalah sosial seperti lapangan pekerjaan dan tingginya harga sembako tidak hanya terjadi di era Jokowi.

Puti juga menyebut, tingginya APBN dan utang pemerintah dilakukan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur. Ia yakin program-program pemerintah lewat pembukaan lahan, sertifikat hak tanah, KIP/KIS, pembangunan pelabuhan, dan jalan umum dapat mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan tersebut.

Menurut Puti, Jokowi mampu memberikan keyakinan dan kepercayaan rakyat, sehingga meskipun tidak puas tapi masih memilih Jokowi. "Itu dilakukan untuk kepentingan infrastruktur. Coba kita lihat sekarang bagaimana Pak Jokowi melakukan terobosan pembangunan infrastruktur di Indonesia timur. Memang tidak serta merta ketika itu dilakukan, pertumbuhan ekonomi akan langsung naik di Indonesia timur karena pembangunan infrastruktur itu memerlukan waktu," kata Puti.



Berita Terkait