Jumat , 13 October 2017, 12:41 WIB

PKS Jatim Belum Usulkan Cagub ke DPP

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ratna Puspita
ANTARA/Prasetia Fauzani
[Ilustras] Pengunjung mengamati maket alur penggunaan hak suara pada pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Kediri, Jawa Timur, Rabu (20/9).
[Ilustras] Pengunjung mengamati maket alur penggunaan hak suara pada pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Kediri, Jawa Timur, Rabu (20/9).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur Irwan Setiawan mengatakan, partainya sudah membentuk Tim Pemenangan Pilkada Wilayah (TPPW). Tim ini dibentuk untuk menyaring dan menjaring nama-nama Cagub dan Cawagub yang akan diusulkan ke DPP untuk berkompetisi di Pilgub Jatim 2018.

Namun, Irwan mengatakan, hingga saat ini DPW PKS belum menyerehkan rekomendasi nama-nama Cagub dan Cawagub Jatim 2018 ke DPP. "Kondisi saat ini Jatim kan belum ada paslon, belum ada koalisi juga yang menyampaikan rekom. Sehingga PKD pun posisi saat ini belum bisa menyampaikan rekomendasi kepada DPP," kata Irwan saat dihubungi Republika, Jumat (13/10).

Belum adanya nama-nama yang diserahkan ke DPP karena PKS hingga saat ini masih memantau dinamika politik yang terjadi di Jawa Timur. PKS tidak ingin terburu-buru karena memang targetnya, calon yang diusung bisa memwnangkan kontestasi Pilgub Jatim 2018.

"Targetnya memang yang akan kami usung, yang akan penjadi pemenang di Pilgub Jatim 2018, sebagaimana di dua periode terakhir kami mendukung dan mengusung Pakde Karwo," ujar Irwan.

Meski belum menyerahkan rekomendasi nama, DPW PKS Jatim sudah melaporkan dinamika politik di Jatim ke DPP. Seperti mencuatnya elektabilitas empat nama dalam beberapa hasil survey, yang dilakukan lembaga survey di Jatim.

"Hasil survei yang ada di jatim sudah kami sampaikan bahwa ada empat nama yang sudah masuk dalam radar survei. Emlat nama itu Gus Ipul, Khofifah, Azwar Anas dan Tri Rismaharini," kata Irwan.

Irwan menambahkan, dalam dua periode terakhir di Pilgub Jatim, selalu memutuskan nama pasangan calon yang akan diusung di menit-menit terakhir. Apalagi, saat ini PKS di DPRD Jatim hanya memiliki 6 kursi, dimana harus benar-benar cermat memutuskan koalisi.

"Tentunya harus juga mengikuti dinamika politik yang ada disamping menjaga komunikasi politik dengan calon atau pertai yang akan menjadi koalisi," ujar Irwan.