Jumat , 13 October 2017, 21:04 WIB

Tiga Partai Bentuk Koalisi Pancasila di Pilgub Jabar

Red: Bilal Ramadhan
Republika/Yogi Ardhi
Pilkada Serentak (Ilustrasi)
Pilkada Serentak (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Partai Golkar, Hanura dan PDIP sepakat membentuk Koalisi Pancasila menjelang pemilihan umum kepala daerah atau Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

"Kita sudah sepakat. Hanura pernah bertemu, begitu juga dengan Partai Golkar. Kita namakan koalisi ini Koalisi Pancasila," kata Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanudin, dalam siaran yang diterima di Purwakarta, Jumat (13/10).

Ia mengatakan, koalisi tersebut tidak hanya berlaku untuk Pemilihan Gubernur Jabar. Tapi juga berlaku di kabupaten/kota yang menggelar pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak tahun depan.

Meski koalisi itu sudah mantap di tingkat Provinsi Jawa Barat, TB Hasanudin menyatakan kalau poros koalisi itu harus dilaporkan terlebih dahulu ke DPP masing-masing partai.

"Hasil dari pertemuan ini akan kita laporkan ke DPP masing-masing. Biarkan DPP masing-masing yang menentukan, apapun hasilnya, kami di tingkat daerah siap memenangkan Pilgub Jawa Barat," kata dia.

Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, konstelasi koalisi yang saat ini dibangun bukan atas dasar kepentingan politik. Kesamaan platform ideologi menjadi dasar utama yang mempertemukan ketiga partai ini untuk berjuang demi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.

"Jadi ukurannya bukan politik semata. Kita membangun koalisi ideologis. Kita tidak ingin sebuah koalisi ini hanya sekedar simbol, harus substantif demi kesejahteraan rakyat Jawa Barat. Makanya kita beri nama Koalisi Pancasila," kata Dedi.

Sementara itu, dengan bergabungnya tiga partai tersebut, maka siapa pun nama bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar yang akan diusung, itu sudah memenuhi syarat. PDIP sendiri memiliki 20 kursi di DPRD Jawa Barat, Partai Golkar 17 kursi dan Partai Hanura tiga kursi.

Sumber : Antara