Rabu , 18 Oktober 2017, 10:33 WIB

Jelang Pilkada, Oded Tekankan Jaga Kondusivitas Kota Bandung

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Andri Saubani
Republika/Edi Yusuf
Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial
Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan, jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 mendatang potensi konflik sosial rentan terjadi. Hal ini berdampak pada kondusivitas Kota Bandung yang dikhawatirkan terganggu dengan potensi konflik.

Oded pun menekankan semua pihak untuk tetap menjaga kondusivitas Kota Bandung. Terutama Tim Penanganan Terpadu Konflik Sosial Kota Bandung yangharus memgantisipasj dimulai dari sekarang.

"Jika semua persiapan dilakukan, maka terjadinya konflik akan sedikit. Oleh karena itu mulai dari sekarang harus disiapkan sebaik mungkin. Guna melindungi dan memberikan rasa aman masyarakat yang lebih optimal, Pemerintah Kota Bandung terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat," kata Oded dalam Rapat Koordinasi Tim Penanganan Terpadu Konflik Sosial di Hotel West Point Kota Bandung, seperti dalam rilis yang diterima Republika, Rabu (18/10).

Ia mengatakan, dengan kerja keras dan kerja cerdas semua elemen yang ada dirinya yakin kota Bandung akan lebih kondusif. Karenanya, semua elemen masyarakat harus mampu menjaga kondusivitas. "Setiap wilayah harus aman dan tentram," ucapnya.

Menurutnya, walaupun banyak keberhasilan pembangunan fisik, tetapi ketika tidak nyaman kondisinya, dirinya yakin hidup dalam sebuah wilayah itu tidak nikmat. NKRI ini bisa sangat mudah berantakan dan hancur karena persoalan kenyamanan dan keamanan. "Jika masyarakat tenang, maka hidupnya pun akan nyaman," ujarnya.

Sementara itu, menurut Kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung Hikmat Ginanjar akan terus mengupayakan menjaga kondusivitas Kota Bandung. Salah satunya, melalui kegiatan rakor tim untuk terwujudnya wilayah yang aman nyaman dan tentram. "Meskipun terdapat perbedaan suku bangsa dan agama, di kota Bandung tetap kondusif," ujarnya.

Hikmat menambahkan, lewat rakor yang digelar dapat meningkatkan koordinasi sienergi unsur pemerintah untuk penahanan konflik Sosial. Selaim itu, dapat merumuskan suasana kenyamanan.

Kegiatan ini pun dinilainya bisa meningkatkan kehidupan saling menghormati antarsesama manusia. "Maka dari itu hasil rakor ini bisa menumbuhkan kembangkan sienergitas baik pemerintahan maupun masyarakat, demi terciptanya Bandung yang kondusif," ujar Hikmat.