Kamis , 02 November 2017, 16:15 WIB

Wiranto Sebut Pilkada Papua Perlu Perhatian Khusus

Rep: Santi Sopia/ Red: Andri Saubani
EPA/Bagus Indahono
Menkopolhukam Wiranto
Menkopolhukam Wiranto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Papua turut menjadi perhatian khusis Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Wiranto juga memanggil Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar untuk membahas eskalasi yang disebut meningkat di Papua.

"Kita putuskan bagaimana bisa mengamankan pelaksanaan pilkada di Papua supaya kondusif, supaya aman, supaya damai, supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," kata Wiranto di kantornya, Kamis (2/11).

Wiranto mengatakan penyebab kerawanan di Pilkada Papua juga dikoordinasikan dengan pihak lain, baik kementerian maupun Bawaslu dan Panwaslu. Saat ini, dia tengah menunggu hasil penelitian indeks kerawanan pemilu dari Bawaslu.

"Saya menunggu komposisi dan hasil survei, namun kita enggak boleh berhenti, diam," kata dia lagi.

Wiranto mengatakan, pemerintah memang telah memiliki data terkait daerah-daerah rawan. Daftarnya, menurut dia, cukup banyak, ada golongan rawan satu maupun rawan dua.

Namun sampai saat ini, yang masih dianggap rawan adalah Papua. Selain memanggil Kapolda Papua, Wiranto juga melakukan rapat dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly serta Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir.