Jumat , 10 November 2017, 16:22 WIB

Setnov: Dedi Mulyadi Sudah Diberi Kesempatan, Tetapi...

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andri Saubani
Republika/Fauziah Mursid
Ketua DPR Setya Novanto saat ditanyai wartawan usai menghadiri HUT Kosgoro 57 di Jalan Hansg Lekiu I Nomor 3 Kebayoran Baru, Jakarta pada Jumat (10/11).
Ketua DPR Setya Novanto saat ditanyai wartawan usai menghadiri HUT Kosgoro 57 di Jalan Hansg Lekiu I Nomor 3 Kebayoran Baru, Jakarta pada Jumat (10/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengungkap keputusan Partai Golkar yang akhirnya mendukung Ridwan Kamil (Emil) sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Barat 2018. Padahal kadernya yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) 1 Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya santer akan dicalonkan Golkar berkoalisi dengan PDIP.

Menurut Novanto, Dedi telah diberi kesempatan Partai Golkar untuk berkomunikasi dengan masyarakat Jawa Barat terkait peluang menjadi calon gubernur. "Setelah berkali-kali kita beri kesempatan dan saya sendiri memberi kesempatan untuk menyampaikan komunikasi tiap kali tapi setelah dicoba ternyata tidak bisa memiliki elektabilitas yang tinggi, sehingga keputusan kita bersama adalah memutuskan calonnya ini Ridwan Kamil," ujar Novanto saat memberikan sambutan di HUT Kosgoro 57 di Jalan Hang Lekiu I Nomor 3 Kebayoran Baru, Jakarta pada Jumat (10/11).

Namun demikian, Novanto menyampaikan terima kasih kepada Dedi yang telah berupaya memenangkan Partai Golkar dan maju menjadi calon gubernur. Ia berharap seluruh kader Partai Golkar termasuk Dedi Mulyadi menerima dan menjalankan keputusan partai beringin tersebut.

Infografis: Dedi Mulyadi, Buruk Survei Kader Ditinggal.

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Novanto juga meminta Kosgoro 57, sebagai salah satu organisasi sayap Partai Golkar kompak membantu pemenangan calon Partai Golkar di seluruh Pilkada secara nasional. Sebab, Golkar menurut Novanto menargetkan kemenangan 60 persen dari 171 Pilkada putaran ketiga 2018 mendatang.

Termasuk salah satunya Jawa Barat sebagai salah satu lumbung suara terbesar di nasional. "Kita harapkan Kosgoro pun bisa tampil bersama-sama dan nasehat ketua umum Kosgoro kepada saya bahwa Jawa Barat harus kompak," katanya.

Diketahui dalam deklarasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar rekomendasi penetapan Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat kemarin, tidak nampak kehadiran Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Jawa Barat Dedi Mulyadi. Penyerahan hanya disaksikan oleh Sekretaris I DPD Partai Golkar Jawa Barat Ade Barkah Surahman sebagai perwakilan Dedi.