Jumat , 10 November 2017, 18:09 WIB

Berbeda dengan Golkar, PPP Terbitkan SK Usung Emil-Uu

Rep: arie lukihardianti/ Red: Budi Raharjo
Republika/Prayogi
(dari kiri) Sekjen PPP Arsul Sani, Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Ketua PPP Romahurmuziy mengangkat tangan pada acara deklarasi cagub dan cawagub Jabar di Kantor DPP PPP, Jakarta, Selasa (24/10).
(dari kiri) Sekjen PPP Arsul Sani, Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Ketua PPP Romahurmuziy mengangkat tangan pada acara deklarasi cagub dan cawagub Jabar di Kantor DPP PPP, Jakarta, Selasa (24/10).

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Setelah Partai Golkar mengumumkan Surat Keputusan (SK) mengusung Calon Gubernur (Cagub) Jabar Ridwan Kamil (Emil) dan Cawagub Daniel Muttaqien, kini giliran Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang telah menyiapkan SK.

Menurut Ketua Umum Romahurmuziy (Romi), ia sudah menerbitkan surat keputusan untuk mengusung Emil-Uu (Uu Ruzhanul Ulum). Partainya, telah merekomendasikan Uu Ruzhanul Ulum sebagai representasi santri, sehingga tepat untuk menjadi wakil Emil.

"Wakil Kang Emil mestilah wakil yang merepresentasikan santri milenial, itu ada di diri Kang Uu," ujar Romi di Bandung, Jumat (10/11).

Pemilihan Uu pun, kata dia, tidak semata karena Bupati Tasikmalaya itu kental dengan kultur pesantren. Faktor utama lainnya, hasil survei menunjukkan Uu pada posisi atas sebagai calon wakil gubernur.

"Kita dulu mengajukan Kang Asep (Maoshul) dan Kang Uu. Dua-dunya bekerja (sosialisasi). Dan Kang Uu tertinggi. Bukan di antara sesama santri, tapi di seluruh wakil yang beredar," kata Romi seraya mengatakan, partainya akan obyektif dalam mengusung Cawagub.

Romi mengatakan, kebutuhan akan sosok agamais untuk menjadi pendamping Emil ini telah disepakati oleh mitra koalisinya selaku pengusung pertama yakni Partai Nasional Demokrat (NasDem), dan PKB. Ia pun, sudah sering menjalin komunikasi dengan masing-masing ketua umum untuk memantapkan rencana tersebut.

"Bukan mendahului Tuhan, tapi survei. Surveinya adalah Kang Uu. Kemarin juga sudah disampaikan ke Pak Surya Palon. Dan dia setuju," katanya.

Romi pun, menyambut positif resminya dukungan Golkar untuk Emil pada Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018. Hal ini diyakini semakin memperkuat Wali Kota Bandung tersebut dalam ajang demokrasi lima tahunan ini.

Romi menilai, semakin banyaknya partai yang mengusung Emil menandakan bahwa arsitek lulusan ITB ini merupakan calon gubernur yang paling kuat. "Insya Allah atas izin Allah, Kang Emil menang," katanya.

Romi menegaskan, kekuatan Emil ini harus ditopang oleh calon wakil gubernur yang sesuai harapan warga Jawa Barat. Menurutnya, masyarakat tatar Parahyangan ini sangat mendambakan sosok wakil gubernur yang agamais.

"Ini sangat penting, karena ke depan generasi muda milenial dan santri ini yang melengkapi warna rakyat Jawa Barat. Ini yang ke depan akan memungkinkan dapat dukungan (masyarakat)," katanya.

Terkait keinginan Partai Golkar yang menduetkan Emil dengan Daniel Mutaqien Syafiuddin, Romi menghargai itu. Namun, ia menilai partai koalisi pertama, tetap mengedepankan sosok agamais sebagai pendamping Emil.

"Belum ada pikiran Daniel diusung. Koalisi awal, NasDem, PKB, PPP lebih cenderung memasangkan (Emil dengan) santri," katanya.

Selain itu, kata Romi, meskipun memiliki suara paling banyak, Partai Golkar tidak mutlak bisa mengajukan kadernya sebagai pendamping Emil. Calon wakil gubernur yang dipilih harus yang mampu memenuhi kebutuhan yang ada, meski tidak berasal dari partai terbesar.