Rabu , 15 November 2017, 07:27 WIB

Dedi Mulyadi Pilih Tingkatkan Elektabilitas Golkar Jabar

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Agus Yulianto
republika
Grafis Dedi Mulyadi
Grafis Dedi Mulyadi

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi menegaskan, dirinya tidak akan meninggalkan partai berlambang pohon beringin tersebut. Bahkan, menjelang Pilgub Jabar 2018 mendatang, Bupati Purwakarta dua periode ini memilih untuk terus meningkatkan elektabilitas partainya itu. Mengingat, berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, elektabilitas Golkar turun pada bulan ini.

"Saya tidak akan kemana-mana. Saya tetap kader Golkar," ujarnya, kepada Republika.co.id, Selasa (14/11). Berdasarkan data sejumlah lembaga survei, elektabilitas Golkar pada Oktober lalu sebesar 18 persen. Namun, di bulan ke sebelas ini menurun drastid menjadi 12 persen.

Belum sebulan, Golkar telah kehilangan enam persen untuk elektabilitas partai. Karena itu, pihaknya akan konsen untuk terus menaikn elektabilitas partai. Tak hanya itu, di tengah-tengah kisruh rekomendasi DPP Golkar yang mendukung Walikota Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien pada Pilgub Jabar, Dedi meminta supaya seluruh pengurus di Jabar untuk tetap solid.

"Saya tak memikirkan rekomendasi DPP. Tapi, saya terus berupaya untuk tetap bekerja dan meningkatkan lagi elektabilitas partai," ujarnya.

Dedi menilai, perjuangan kader di Jabar masih kecil. Dibanding dengan politisi senior Akbar Tandjung ketika menjaga Partai Golkar dari ancaman pembubaran saat itu.

Saat ini, sambung Dedi, kondisi partai besutan Setya Novanto tersebut membutuhkan energi besar untuk mengkonsolidasikan diri menjelang berbagai konteslasi politik ke depan. Tujuannya, bukan untuk mengejar jabatan dan kekuasaan melainkan untuk mengamalkan doktrin karya dan kekaryaan yang menjadi ideologi dasar partai tersebut.