Kamis , 07 December 2017, 08:51 WIB

Partai Pengusung Emil Desak Konvensi Cawagub Pekan Depan

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Ratna Puspita
Republika/Edi Yusuf
Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--- Partai pengusung Ridwan Kamil (Emil) pada Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018 meminta penentuan calon wakil gubernur (Cawagub) segera dilakukan. Karena, sisa waktu sebelum pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) semakin sempit.

Menurut Ketua DPW PKB Provinsi Jawa Barat Syaiful Huda, saat ini sisa waktu yang tersisa hanya sebulan. Ini tergolong singkat dalam menghadapi pemilihan kepala daerah.

"Belum nanti dipotong (perayaan) Natal, tahun baru," ujar Huda usai menggelar pertemuan dengan Ketua DPW PKB Jawa Barat Saan Mustopa dan Ketua DPW PPP Jawa Barat Ade Munawaroh, di Hotel Papandayan, Bandung, Rabu (6/12) malam.

Karena itu, menurut Huda, jika Emil tetap memilih mekanisme konvensi untuk menentukan Cawagub, maka prosesnya segera dilakukan. "Paling telat minggu depan harus sudah dilakukan. Harus sudah diketahui hasilnya," katanya.

Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Jawa Barat Saan Mustopa juga mengungkapkan harapan agar sosok pendamping Emil bisa segera diketahui. "Kami inginnya cepat," kata Saan.

Dia pun meminta peserta konvensi dibatasi hanya dari rekomendasi partai pengusung. Dengan demikian, hasil konvensi bukan harga mati dalam menentukan calon wakil gubernur. Pemenang konvensi belum tentu terpilih sebagai calon wakil gubernur. 

Partai pengusung sepakat terkait pemilihan calon wakil gubernur, namun keputusan akhirnya berada di tangan Emil. "Konvensi hanya second opinion bagi Kang Emil. Keputusan akhirnya tetap ada di tangan Kang Emil," katanya.

Terkait hasil survei saat ini, Saan mengatakan, partai pengusung akan menentukan lembaga survei yang kredibel untuk mengetahui popularitas dan elektabilitas masing-masing calon wakil gubernur. "Nanti lembaga surveinya disepakati bersama-sama, siapa-siapanya," katanya.

Di tempat yang sama, Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat Ade Munawaroh meminta Emil obyektif dalam memilih calon wakil gubernur. Emil diminta tidak hanya menyerahkan hal itu kepada konvensi. Sebab, keputusan paling tepat dengan mempertimbangkan hasil survei di masyarakat saat ini.

Ade meyakini, hasil survei bisa menunjukkan secara nyata siapa kandidat yang layak diusung menjadi calon wakil gubernur. "Tinggal dilihat dari survei, sudah ketahuan siapa yang paling tepat," katanya.