Sunday, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Sunday, 6 Sya'ban 1439 / 22 April 2018

Gus Ipul akan Memperkuat Ekspor Asal Jatim

Selasa 17 April 2018 17:24 WIB

Red: Bayu Hermawan

KPU Jawa Timur menggelar sidang pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan cagub-cawagub di Hotel Mercure Surabaya, Selasa (13/2). Pada pengundian tersebut, pasangan Khofifah-Emil mendapat nomor urut 1, sementara pasangan Gus Ipul-Puti mendapat nomor urut 2.

KPU Jawa Timur menggelar sidang pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan cagub-cawagub di Hotel Mercure Surabaya, Selasa (13/2). Pada pengundian tersebut, pasangan Khofifah-Emil mendapat nomor urut 1, sementara pasangan Gus Ipul-Puti mendapat nomor urut 2.

Foto: Republika/Dadang Kurnia
Cagub Gus Ipul akan memperkuat ekspor asal jatim.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendukung ekspor rambut palsu (Wig) ke Afrika seperti yang sudah dilakukan oleh PT Hair Star Indonesia, di kawasan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pemprov juga akan membantu mempermudah prosesnya.

"Kami sangat apresiasi. Ini luar biasa. Produk dari Jawa Timur bisa diekspor hingga ke Afrika. Apalagi, perusahaan ini telah berkembang dan bertahan sejak tahun 80-an," katanya di sela kunjungan ke perusahaan tersebut, Selasa (17/4).

Menurutnya, perusahaan serupa harus terus diperkuat mengingat, perusahaan tersebut merupakan industri padat karya yang memperkerjakan ribuan karyawan. "Ke depan harus dirancang langkah bersama dengan investor dan perusahaan untuk memperkuat ekpor asal Jatim," ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jatim kedepan akan mempermudah perolehan bahan baku, di antaranya dengan membatasi ekspor bahan baku. "Intinya kami ingin perusahaan menang di kancah global dan bisa ekspor. Kalau perusahaan ini sudah ekspor, artinya produknya sudah diterima oleh dunia internasional," jelasnya.

Terkait proses perizinan ekspor, kata dia, pemerintah provinsi juga akan membantu mempermudah prosesnya. "Selama ini izin prinsipnya cenderung besar. Namun, realisasinya masih kecil," katanya.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode ini, ekspor Jawa Timur sedang defisit dibandingkan dengan impor. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Desember 2017 lalu misalnya tercatat ekspor di Jatim ada di angka 1,55 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Sementara impor di Desember 2017 mencapai 2,02 miliar dolar AS.

"Itu salah satu tantangan. Ekspor yang masih minus," ucapnya.

PT Hair Star Indonesia merupakan industri pengolahan rambut yang telah memulai produksi sejak 1989. Berdasarkan penjelasan Norman Sartono, Direktur PT Hair Star Indonesia, bahan baku yang digunakan industri ini berasal dari komponen lokal serta memaka beberapa bahan sintesis dari Korea, Jepang, hingga China. Hasil produksi pabrik ini diekspor ke Singapura, Jepang, hingga Afrika.

"Perusahaan kami memiliki sekitar tiga ribu karyawan yang berada di beberapa pabrik se-Jatim," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES